Daerah

Dinnakikan Blora Optimalkan Pelayanan Kesehatan Ternak Masyarakat dan Pasar Hewan

1485
×

Dinnakikan Blora Optimalkan Pelayanan Kesehatan Ternak Masyarakat dan Pasar Hewan

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinnakikan) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menggencarkan dan mengoptimalkan pelayanan kesehatan hewan ternak pada masyarakat serta sejumlah pasar hewan di wilayah Kabupaten Blora.

Kepala Dinnakikan Kabupaten Blora drh. R Gundala Wejasena menyampaikan kegiatan mengoptimalkan pelayanan kesehatan hewan ternak pada masyarakat dan pasar hewan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2019 dan Peraturan Bupati Nomor 1 tahun 2020 tentang tarif retribusi pelayanan kesehatan hewan.

“Di dalam kegiatan itu ada pemeriksaan kesehatan dan pengobatan ternak, baik itu di masyarakat atau di pasar hewan. Contohnya seperti di pasar hewan, merupakan tempat berkumpulnya sapi, sehingga disitu kita wajib memeriksa kesehatan sapi, untuk bisa mengetahui apakah ada penyakit menular atau tidak,” ucapnya, Minggu (17/1/2021).

Ditambahkannya, selain itu juga dilaksanakan pemeriksaan kebuntingan sapi, dalam pemeriksaan kebuntingan sapi ada retribusinya Rp20.000.

“Dengan mengetahui bahwa sapi itu bunting, harga sapi bisa naik tinggi, seperti sapi putih Peranakan Ongole (PO) itu naiknya bisa sampai 1 juta. Untuk Simental dan Limosin bisa naik 2 sampai 3 juta,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinnakikan Kabupaten Blora, drh Tejo Yuwono menambahkan, tarif retribusi berdasarkan Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2019 dan Peraturan Bupati Nomor 1 tahun 2020 tentang tarif retribusi pelayanan kesehatan hewan untuk pemeriksaan kebuntingan Rp. 20.000 per ekor. Kemudian surat jalan atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) Rp. 3.000 per ekor. Terapi ternak besar dewasa Rp50.000 per ekor dan terapi ternak besar muda Rp40.000 per ekor.

“Tentu saja, karena itu retribusi, maka disetorkan ke kas daerah. Untuk standar tarif sudah diinformasikan serta dipasang pada pintu masuk pasar Pon dan beberapa tempat strategis supaya bisa dibaca dan diketahui masyarakat,” jelasnya.

Serta, Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan drh. Rasmiyana menjelaskan, pada hari pasaran hewan menargetkan lebih kurang 50 ekor hewan ternak sapi diperiksa kesehatannya.

“Kami targetkan lebih kurang 50 ekor. Itu rutin kami laksanakan, seperti di pasar pon Blora dan pasar pahing Randublatung,” ucapnya.

Dirinya mengapresiasi antusias warga, khususnya pemilik dan pedagang hewan ternak sapi dengan kesadaran melakukan pemeriksaan.

“Warga cukup antusias, karena untuk kesehatan hewan ternak yang dipelihara. Jadi kami siap melayani, tentu saja pelayanan ini menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (Hans)

Tinggalkan Balasan