NASIONALXPOS.CO.ID, BUNGO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bungo menggelar rapat kerja penting terkait Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang semakin meresahkan masyarakat. Rapat dilaksanakan pada Senin, 19 Mei 2025 di ruang sidang DPRD Bungo, dipimpin oleh Ketua DPRD Muhammad Adani, SH, M.Kn, didampingi Wakil Ketua Darwandi, SH, serta dihadiri oleh anggota DPRD, unsur Forkopimda, OPD, perwakilan pemerintah daerah, organisasi pemuda, dan aliansi mahasiswa.
Turut hadir dalam forum ini, Asisten I dan II Setda Bungo mewakili Bupati, Kapolres Bungo AKBP Eko Nur Cahyo, Dandim 0416/Bute Letkol Inf. Dedy Pungky Irwanto, serta kader KIPAN (Kader Inti Pemuda Anti Narkoba) dan sejumlah aliansi mahasiswa dari IMM, BEM UMMUBA, Mahasiswa Perikanan dan Hukum UMB, Mahasiswa Kesehatan IAKSS, hingga PGMI IAI YASNI.
Ketua DPRD Muhammad Adani dalam sambutannya menegaskan bahwa aktivitas PETI di Kabupaten Bungo telah menjadi masalah serius dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
“Maraknya aktivitas PETI telah merusak lingkungan, mencemari sungai, dan mengganggu kehidupan masyarakat. DPRD terpanggil untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan mahasiswa yang peduli akan hal ini,” tegasnya.
Ziqri Julian Saputra, perwakilan mahasiswa, menyampaikan kekhawatiran mendalam atas dampak PETI di wilayah Sungai Batang Bungo, terutama di Dusun Sei Telang dan sekitarnya. Ia menyoroti kerusakan ekosistem, pencemaran air sungai, kerusakan jalan perkebunan, serta meningkatnya kriminalitas dan penyalahgunaan narkotika akibat aktivitas ilegal tersebut.
Menanggapi pernyataan mahasiswa, unsur pimpinan DPRD dan seluruh anggota menyatakan apresiasi dan sepakat bahwa PETI harus segera diberantas dari Bungo.
Kapolres Bungo AKBP Eko Nur Cahyo menjelaskan tantangan penegakan hukum di lapangan, namun ia optimistis jika semua elemen masyarakat bersatu, pemberantasan PETI bisa berhasil.
“Kita butuh dukungan penuh – dari masyarakat, pemerintah daerah, hingga legislatif – termasuk dalam penyediaan anggaran operasional dan pembentukan Satuan Tugas Khusus Anti-PETI,” tegas Kapolres.
Dukungan penuh juga disampaikan Dandim 0416/Bute, Letkol Inf. Dedy Pungky Irwanto, yang menyatakan kesiapan TNI untuk mendampingi langkah-langkah tegas dalam memberantas aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Bungo.
Menutup rapat, Ketua DPRD Muhammad Adani menegaskan komitmen legislatif untuk menindaklanjuti hasil rapat dengan koordinasi lanjutan bersama pemerintah daerah, khususnya dalam penyusunan anggaran bagi upaya pemberantasan PETI.
“Ini bukan hanya tugas aparat, tapi juga tanggung jawab kita semua. Bungo harus bebas dari tambang ilegal, demi kelestarian lingkungan dan masa depan generasi muda,” pungkasnya. (Is)







