Selain mengacu pada Surat tersebut, PT GMM selaku anak perusahaan dari Perum BULOG juga mendapat arahan dari Badan Pangan Nasional melalui surat Nomor 346/TS.02.02/B/5/2024 perihal Relaksasi Harga Gula Konsumsi di Tingkat Produsen, dalam surat tersebut dilakukan relaksasi Harga Acuan Pembelian (HAP) di Produsen Komoditas Gula sebesar Rp.14.500/Kg berlaku 03 Mei 2024 sampai dengan 31 Oktober 2024 dan/atau hingga berakhirnya musim giling.
Namun demikian PT GMM berkomitmen akan menyesuaikan harga beli tebu (menaikan secara berkala) dengan melihat rendemen tebu untuk mendapatkan pasokan tebu yang tercukupi. Hal ini harus memperhatikan HPP gula agar tidak melanggar HAP Gula yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional.
“Saat ini kita pasang harga standar (Rp. 67.000/kw untuk tebu Blora dan Rp.69.000/kw untuk tebu luar) karena menyesuaikan rendemen dan PT GMM juga harus mengacu pada dasar yang ada. Saat ini PG lain belum buka giling sedangkan PT GMM sudah buka untuk kegiatan giling, kami punya skema kenaikan harga tebu berkala untuk musim giling tahun ini” ungkap Krisna Murtiyanto selaku Direktur Operasional PT GMM.
Awal musim giling biasanya rendemen berkisar 5,5% sd 6% apalagi kalau curah hujan tinggi seiring dengan berjalannya waktu kemasakan tebu akan semakin matang.
“Mudah-mudahan didukung dengan cuaca yang baik Insya Allah rendemen akan naik dan tentunya akan berpengaruh terhadap kenaikan harga beli tebu oleh PG,” harapnya.














