“Program IPB ini menjadi CEO agar mereka bisa mandiri dan berani spekulasi, berani mengekspor keluar negeri, yang meyakini pasar produk akan laku besar juga berkelanjutan. Ini tidak mudah, harus mempunyai keberanian yang kuat,” sambungnya.
Gubernur Al Haris berharap kepada anak muda Jambi melalui program One Village One CEO IPB akan banyak tumbuh pengusaha pengusaha muda baru nantinya. “Provinsi Jambi banyak produk-produk yang layak untuk di ekspor, tinggal kita standarkan dengan produk yang lainnya. Provinsi Jambi sebagai penyangga energi di pulau Sumatera ini, dengan banyaknya energi ini kenapa tidak kita kembangkan. Untuk itu perlu adanya CEO-CEO muda yang bisa mengembangkannya dimasa mendatang,” harap Gubernur Al Haris.
“Terima kasih kepada IPB University melalui Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA), yang telah melakukan pembinaan kepada PT. Export Tani Nusantara dalam upaya mengembangkan pasar ekspor komoditas unggulan Indonesia, yang dalam rangka perluasan dan pengembangan ekspor dilaksanakan kerja sama dengan Bangladesh,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria, SP, MSi menjelaskan bahwa ini merupakan salah satu kesuksesan program IPB dalam menciptakan satu desa satu pengusaha (One Village One CEO). “Sebelum mahasiswa mengikuti One Village One CEO mereka harus mengikuti pelatihan menjadi CEO. Jadi mahasiswa yang tertarik menjadi pengusaha kita dampingi betul, mulai dari pencerahan, inkubator, sampai produksi,” jelas Rektor IPB.













