“Terima kasih atas kepedulian semuanya. Dana yang terkumpul akan kami salurkan untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh sebagai bentuk empati kita bersama,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Bupati Arief juga mengajak seluruh desa di Blora untuk mendukung dan menyukseskan program nasional Presiden Prabowo Subianto, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan program ketahanan pangan.
Ia menegaskan perlunya sinkronisasi antara Koperasi Desa Merah Putih dengan kebutuhan bahan baku program MBG.
“Unit usaha koperasi desa harus mampu menopang kebutuhan MBG, mulai dari bahan pangan hingga pengelolaan sampahnya melalui TPS 3R,” jelasnya.
Bupati juga mendorong inovasi desa dalam pengembangan pertanian organik, dengan target minimal satu hektare lahan per desa sebagai percontohan.
Upaya mewujudkan Blora sebagai kabupaten organik akan melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan, seperti NU, Muhammadiyah, dan LDII, agar program berbasis lingkungan ini berjalan berkelanjutan.
Selain itu, Pemkab Blora kembali melanjutkan program peningkatan kualitas SDM aparatur desa melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bekerja sama dengan Universitas Negeri Semarang.













