Daerah

Jalan Rusak Bertahun-tahun, Pelajar Todanan Terancam Setiap Hari

64
×

Jalan Rusak Bertahun-tahun, Pelajar Todanan Terancam Setiap Hari

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Kerusakan parah Jalan Ngumbul–Karanganyar di Dukuh Ngumbul, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, kembali menyorot lemahnya prioritas pemerintah daerah dalam menjamin keselamatan warganya, khususnya pelajar. Jalan kabupaten yang menjadi akses vital pendidikan itu rusak bertahun-tahun tanpa penyelesaian menyeluruh.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan berlubang dalam, bergelombang, dan tergenang air saat hujan. Aspal terkelupas, menyisakan tanah bercampur batu yang licin dan berbahaya. Ironisnya, ruas ini setiap hari dilalui puluhan siswa dari Desa Wukirsari, Sendang, dan Karanganyar menuju SMP Negeri 1 Todanan serta MTs Al-Kautsar.

Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat harus bermanuver ekstrem demi menghindari lubang. Risiko kecelakaan meningkat drastis saat hujan turun. Namun, hingga kini, tidak terlihat adanya langkah darurat yang serius dari instansi terkait.

“Jalan rusak parah, sudah lama belum diperbaiki,” ujar seorang siswa SMP Negeri 1 Todanan yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

Warga menilai kerusakan jalan ini bukan persoalan baru. Pemberitaan telah berulang kali muncul, namun respons pemerintah dinilai sebatas perbaikan tambal sulam yang cepat rusak kembali. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas perencanaan dan penggunaan anggaran infrastruktur daerah.

Yono, warga Desa Ngumbul, mengaku kecewa karena kondisi jalan tak kunjung membaik meski sudah bertahun-tahun diusulkan.

“Kalau tahun 2026 ini masih begini, kami siap aksi. Kami bayar pajak, tapi keselamatan anak-anak seperti diabaikan,” tegasnya.

Kepala Desa Ngumbul, Suparji, mengungkapkan bahwa perbaikan Jalan Ngumbul–Karanganyar selalu diusulkan dalam Musrenbang kecamatan, namun realisasi tak pernah tuntas.

“Setiap Musrenbang selalu kami ajukan. Memang pernah dibangun, tapi bertahap dan belum sesuai kebutuhan lapangan,” ujarnya.

Ia berharap tahun 2026 menjadi momentum penyelesaian total, bukan lagi proyek setengah hati.

Sementara itu, Ketua ,DPRD Blora, Mustopa, sebelumnya menyatakan bahwa ruas jalan tersebut telah diupayakan masuk anggaran 2026, meski keuangan daerah terbatas.

“Sudah kami upayakan dan di tahun 2026 ini juga sudah saya anggarkan,” kata Mustopa.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Dinas PUPR Kabupaten Blora belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal, skema pengerjaan, maupun kepastian anggaran. Ketidakjelasan ini memperkuat kekhawatiran publik bahwa proyek kembali molor atau dikerjakan setengah-setengah.

Sebagai jalan strategis penunjang pendidikan dan ekonomi warga, keterlambatan penanganan Jalan Ngumbul–Karanganyar bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut hak dasar atas keselamatan dan pendidikan. Masyarakat mendesak pemerintah daerah berhenti pada janji dan segera merealisasikan pembangunan menyeluruh, bukan sekadar tambalan sementara. (Riyan)

Tinggalkan Balasan