Sementara itu, kendaraan yang hendak melintas terpaksa berbalik arah karena kondisi jalan yang tak lagi bisa dilalui.
Pemerintah desa setempat telah melaporkan kejadian ini kepada dinas terkait. Mereka berharap agar perbaikan segera dilakukan mengingat pentingnya jalur ini sebagai akses utama aktivitas warga, termasuk mobilitas pelajar, pekerja, dan distribusi logistik lokal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses cepat antardesa dalam radius beberapa kilometer.
Pihak berwenang diimbau segera meninjau lokasi dan melakukan perbaikan darurat serta penguatan struktur tanah di sekitarnya. Langkah ini penting untuk mencegah longsor susulan, terutama karena curah hujan di wilayah Lebak diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. (Mahyudin)













