NASIONALXPOS.CO.ID, BANGLI — Kedatuan Agung Alang Sanja, Kelurahan Bebalang, Kabupaten Bangli, menggelar upacara Mendak Bagio Pula Kerti sebagai bagian dari penyucian dan pemantapan kembali kesucian Pura Dalem Tarukan dalam rangkaian upacara Karya Ngenteg Linggih Pedudusan Agung. Rabu, (24/12/2025) pukul 16.30 Wita.
Proses upacara yang dilaksanakan krama Pura Dalem Tarukan, Banjar Adat Tegal, Kelurahan Bebalang berlangsung khidmat sekaligus semarak, diiringi dua gamelan baleganjur, sebagai tradisi umat Hindu Bali untuk menghidupkan dan memuliakan rangkaian yadnya.
Kelih Ageng Pura Dalem Tarukan, Putu Gede Pertama Pujawan, menjelaskan bahwa Mendak Bagio Pula Kerti merupakan tahapan sakral dalam rangkaian karya besar Ngenteg Linggih yang terakhir kali dilaksanakan lebih dari tiga dekade lalu.
“Karya Ngenteg Linggih Pedudusan Agung ini merupakan bentuk bhakti krama untuk menyucikan kembali Pura Dalem Tarukan sebagai stana Ida Bhatara Lelangit. Terakhir kali karya besar dilaksanakan pada tahun 1991, sehingga secara niskala sudah sangat layak dilakukan penyucian kembali,” ujar Putu Gede Pertama Pujawan.
Ia menegaskan, karya ini tidak hanya bermakna ritual semata, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kesadaran spiritual dan kebersamaan krama.
“Melalui karya ini, kami ingin meneguhkan kembali hubungan krama dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus menjaga keseimbangan jagat. Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya generasi sekarang, tetapi juga untuk anak cucu ke depan,” jelasnya.

Foto: uchan untuk nasionalxpos.co.id
Pura Dalem Tarukan sendiri merupakan parhyangan Ida Bhatara Putra dan Ida Bhatara Balangan, yang selama ini menjadi pusat spiritual krama Banjar Adat Tegal. Menurut Putu Gede Pertama Pujawan, keberlangsungan karya ini sepenuhnya didukung oleh semangat gotong royong krama.
“Seluruh rangkaian karya ini dilaksanakan dengan ngayah tulus ikhlas. Krama bersatu, saling menopang, baik tenaga, pikiran, maupun sarana upacara. Inilah nilai utama yang terus kami jaga,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa rangkaian karya masih akan berlanjut dengan prosesi melasti ke Pura Segara Danu, Desa Adat Batur, Kintamani, yang dijadwalkan pada 1 Januari 2026.
“Prosesi melasti ke Segara Danu merupakan bagian penting untuk penyucian pratima dan sarana upacara sebelum menuju tahapan berikutnya. Kami berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, labda karya, sareng kerahayuan jagat,” tandasnya.
Melalui pelaksanaan upacara ini, krama berharap kesucian pura dapat kembali diteguhkan serta harmoni parahyangan, pawongan, dan palemahan terus terjaga di wilayah Kelurahan Bebalang, kabupaten Bangli. (Uchan)









