Dari awal, imbuh Mujianto, harusnya terus terang kalau gak bisa segitu (Rp 4,5 juta). Kalau ada, langsung saya kasih biar gak wira-wiri. Waktu sudah habis dua Minggu, saya gak kerja. Agus gak terus terang, gak jujur.
“Lha ini di imbal-imbal (harinya). Katanya Selasa, lalu Kamis. Katanya diketemukan pimpinan. Saya sekalian gak kerja, akhirnya meleset. Bolak-balik saya dibohongi,” Keluh Mujianto.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat berita lainnya.
Dugaan menjanjikan sesuatu tanpa kepastian, ditengarai menjadi penyebab terjadinya permasalahan antara ke-dua belah pihak yang berbeda pemikiran.
“Satu hari setelah pelunasan, besok BPKB bisa keluar katanya. Akhirnya Selasa saya kesitu, dibilang nunggu pimpinan. Rabu datang, masih dibulet-bulet. Kamis tanggal merah. Jumat jam 10.00 WIB bilang pasti keluar, meleset lagi. Katanya jam 14.00 WIB, masih meleset juga. Akhirnya Sabtu kesana lagi, ya meleset lagi. Senin juga gitu. Katanya Selasa, tapi saya gak bisa karena ngantar istri kontrol ke Surabaya,” bebernya.







