Senin itu, kata Agus, baru titip Rp 4,5 juta. Selasa saya gak nyuruh datang. Mujianto nya sendiri yang datang, saya temuin, ngotot minta BPKB keluar. Loh ini tak bantu untuk pengajuannya. Terus saya bilang, kalau datang kesini gak usah sama anak BFI, jadi sendiri saja dijadwalkan kapan?
Hutangnya itu, lanjut Agus, Rp 7 juta kalau gak salah. Ada kog fotonya, ada draft nya semua, gak Rp 6 juta. Kan plus bunga. Meskipun BRI saja, ada bunga nya. Seumpama hutangnya Rp 6 juta, pasti terbitnya gak Rp 6 juta. Pastinya ketemunya kalau BRI antara Rp 7 juta tah Rp 8 juta kan gitu.
“Memang saya bilang ke Mujianto Kamis (16/5). Senin (13/5) kemarin, loh baru melunasi. Bukan dua Minggu. Senin (13/5) itu nitip Rp 4,5 juta. Ada kwitansinya. Tanggal 6 itu WA nya, kalau gak salah. Ada semua kog buktinya,” tegas Agus.
Namun luar biasa, ketika awak media mengecek bukti kwitansinya, disitu ternyata malah tertulis tanggal 6 Mei 2024. Menjadi tanda tanya, siapa pembohong yang sebenarnya?
(Agung Ch)







