“Bahkan dibuatkan Satuan Karya (Saka). Seperti di Dinas Perhubungan ada Saka Dirgantara. Termasuk di dinas-dinas lainnya,” jelas pria yang juga Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali ini.
Kwarcab-kwarcab yang lain dihimbau untuk bisa meniru apa yang dilakukan oleh Kwarcab Buleleng. Mengenai komposisi kepengurusan, semangat, dan kecepatan gerak langkahnya yang begitu dinamis dan cepat.
Hal ini bukan berarti menganak tirikan kwarcab selain Buleleng.
“Oleh karena itu, pesan penting saya ke Kwarcab Buleleng, dan seluruh jajaran, agar terus bergerak untuk apa yang sudah bagus selama ini dan terus berkarya. Berikan kami di kwarda, tetap mengelaborasi, dan ikut serta dalam gerakan dan kecepatan serta semangat Kwarcab Buleleng. Termasuk di kwarcab lain mengikuti gerak langkah dan semangat yang telah ditularkan,” ujar Rentin.
Sementara itu, Gede Suyasa menyebut, penilaian tersebut dimunculkan oleh Kwarda Bali. Namun, secara prinsip yang dilakukan oleh Kwarcab Buleleng adalah menyusun program kerja yang bisa dilakukan. Program kerja yang riil dan tidak hanya menjadi mimpi. Program kerja tersebut diikuti dengan jadwal kerja, kesiapan anggota pengurus, dan anggaran.










