Daerah

Menu MBG di Todanan Blora Dinilai Tak Layak Konsumsi Anak

468
×

Menu MBG di Todanan Blora Dinilai Tak Layak Konsumsi Anak

Sebarkan artikel ini
Penyajian menu MBG disalh satu dapur diwilayah Kecamatan Todanan, Blora, pada Kamis (28/08/2025)

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA — Program Makan Bergizi (MBG) di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, menuai sorotan publik. Pasalnya, menu yang disajikan kepada anak-anak dinilai tidak layak konsumsi serta jauh dari standar gizi seimbang.

Dalam dokumentasi yang beredar, paket MBG yang dibagikan hanya berisi seporsi nasi putih, satu butir telur rebus, sedikit tempe orek, dan sebuah pisang. Beberapa sekat wadah makan berbahan aluminium bahkan tampak kosong tanpa isi.

Kondisi tersebut memicu kritik masyarakat. Banyak orang tua menilai menu MBG tidak cukup memenuhi kebutuhan gizi harian anak-anak yang seharusnya menjadi sasaran utama program.

“Kalau hanya nasi, telur, tempe sedikit, dan pisang, apa sudah layak disebut makan bergizi? Anak-anak butuh protein, vitamin, dan sayuran. Ini menu yang dibagikan pada Kamis kemarin,” ungkap salah seorang orang tua murid di Todanan, Jumat (29/8/2025).

Selain dianggap tidak bergizi, porsi makanan yang terbatas juga dikhawatirkan tidak mampu menunjang pertumbuhan serta kesehatan anak-anak. Program yang sejatinya dirancang untuk menanggulangi masalah gizi justru terkesan hanya formalitas.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi serius terhadap pelaksanaan MBG di Todanan, baik dari sisi menu, kualitas, maupun pengawasan.

“Kalau dibiarkan, tujuan program ini tidak akan tercapai. Anak-anak malah bisa kekurangan asupan gizi yang seharusnya mereka dapatkan,” tambahnya.

Ketua Komisi D DPRD Blora, Subroto, turut menanggapi menu MBG yang ramai dinilai tidak layak. Ia menegaskan kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan tidak sesuai dengan tujuan awal program.

“Program MBG ini seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi anak. Kalau yang disajikan hanya nasi, sedikit tempe, telur, dan pisang, jelas ini tidak layak dan tidak memenuhi standar gizi seimbang,” tegas Subroto, Jumat (29/8/2025).

Komisi D DPRD Blora, lanjut Subroto, akan segera memanggil dinas terkait untuk meminta penjelasan sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami ingin tahu kenapa bisa terjadi seperti ini. Ada anggaran yang digelontorkan, tentu harus digunakan dengan benar agar menu yang disajikan betul-betul bergizi,” ujarnya.

Subroto juga menekankan pentingnya transparansi dan pengawasan agar program MBG tidak sekadar seremonial.

“Anak-anak butuh asupan gizi yang cukup, bukan hanya nasi dan lauk seadanya. Kalau memang ada kekurangan, harus segera diperbaiki,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Koramil Todanan menyampaikan bahwa pihaknya telah menegur kepala dapur penyelenggara MBG untuk dievaluasi.

“Kepala dapur sudah kami beri teguran. Tentunya ini akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan tidak terulang lagi dan program bisa lebih baik,” ujarnya. (Riyan)

Tinggalkan Balasan