Daerah

Paskibraka Todanan Hanya Terima Piagam Tipis, Pengabdian Terabaikan

317
×

Paskibraka Todanan Hanya Terima Piagam Tipis, Pengabdian Terabaikan

Sebarkan artikel ini
Foto piagam penghargaan yang diberikan kepada salah seorang anggota Paskibraka Kecamatan Todanan, Blora

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA — Semangat pengabdian 80 pelajar di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendadak menyisakan kisah haru. Setelah menjalani latihan keras selama 14 hari demi mengibarkan Sang Merah Putih, mereka hanya menerima selembar piagam tipis tanpa bingkai sebagai bentuk penghargaan.

Selama dua pekan penuh, para siswa dari SMK Khozinatul Ulum, SMK Muhammadiyah, dan SMA Muhammadiyah Todanan berlatih disiplin di bawah terik matahari. Mereka rela meninggalkan tugas sekolah, bangun pagi, berlatih baris-berbaris, hingga menahan lelah agar bendera berkibar dengan sempurna pada upacara HUT RI ke-80.

Namun, rasa bangga itu terasa timpang ketika penghargaan yang diterima hanya berupa selembar kertas piagam sederhana.

“Kurang lebih selama 14 hari kami dilatih. Selama pelatihan hanya dapat snack dan makan. Setelah selesai, kami cuma dapat piagam ini,” ujar salah satu anggota Paskibraka dengan nada lugu sambil menunjukkan lembaran kertas yang tipis dan kusut.

Seorang pelatih yang enggan disebutkan namanya mengaku prihatin. Menurutnya, latihan intensif tersebut menuntut pengorbanan besar dari para siswa.

“Mereka rela berlatih sampai sore selama 14 hari, meninggalkan tugas sekolah demi kehormatan itu. Piagam bukan masalah besar, tapi penghargaan sekecil apapun sangat berarti bagi semangat anak-anak,” katanya, Jumat (22/08/2024).

Saat upacara 17 Agustus 2025

Di mata para orang tua, piagam tipis tanpa nama rapi dan tanpa bingkai itu justru menimbulkan pertanyaan: apakah pengabdian generasi muda hanya dihargai dengan selembar kertas seadanya?

Kisah ini menjadi cermin penting bahwa penghargaan bukan selalu soal uang. Sebuah piagam dengan desain layak, ucapan resmi dari pihak kecamatan, atau sekadar momen penghargaan publik sederhana bisa memberi arti besar bagi anak-anak muda yang ingin mengabdi.

Saat latihan anggota Paskibraka

“Piagam itu penanda bahwa pengorbanan mereka dilihat dan dihargai,” ungkap seorang wali murid.

Kini, harapan muncul agar ke depan pihak terkait lebih memperhatikan penghargaan simbolis bagi para anggota Paskibraka. Karena bagi mereka, pengalaman itu adalah kenangan seumur hidup, dan piagam bukan sekadar kertas, melainkan simbol kebanggaan atas dedikasi menjaga tradisi kebangsaan.(Riyan)

Tinggalkan Balasan