NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Bupati H. Arief Rohman, menerima silahturahmi tim Forum Dosen Asal Blora (FDAB) untuk diskusi bersama dalam rangka memajukan Kabupaten Blora, Sabtu (29/5/2021) siang.
Bertempat di ruang rapat Bupati, acara dikemas dengan tema ‘Ngobrol Bareng Bupati sesarengan Forum Dosen Asli Blora’. Forum Dosen Blora yang datang ke Blora diinisiasi, serta dipimpin oleh Prof. Mulyanto dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, yang juga putra daerah asli Kelurahan Kedungjenar, Kabupaten Blora.
“Terima kasih atas waktu, dan kesempatan yang diberikan kepada kami. Ijin menyampaikan kepada Bapak Bupati, serta jajaran bahwa Forum Dosen ini, rata-rata dosen keguruan, kami mengumpulkan teman-teman yang sepemikiran untuk memajukan Blora. Bagaimana nanti bentuknya, dan apa yang dapat kami perbuat, monggo nanti bersama-sama kita obrolkan,” kata Prof Mulyanto.

Ada juga Prof. Dr. Suyanta asli Ngawen yang kini menjadi guru besar di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Prof. Yuwana dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan masih banyak dosen-dosen dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN), maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lainnya.
Sementara itu, Bupati Arief Rohman menyambut baik pertemuan ini untuk memaparkan kondisi Blora saat ini.
“Perkenankan kami menyampaikan kondisi Blora saat ini, akibat pandemi Covid 19 pertumbuhan ekonomi -4%, dan tingkat kemiskinan no 23 sekitar 11,96%. Problem utama kami adalah kondisi infrastruktur yang hampir 77% mengalami kerusakan, untuk hal ini saya minta tahun depan Pak Sekda untuk memaksimalkan 500 M guna pembangunan infrastruktur,” ungkap Bupati.
“Jadi memang pekerjaan rumah besar kita adalah infrastruktur, dan air bersih. Kami mohon Prof Mul untuk memberikan pendampingan kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sehingga kerajinan Blora nantinya mampu berdaya saing,” lanjutnya.
Bupati menambahkan, bahwa kepada para guru besar yang asli Blora ini untuk bagaimana bermanfaat bagi masyarakat.
“Dengan adanya forum ini, saya minta dirumuskan bagaimana langkah kongkritnya agar para guru besar ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dan saya minta pendapat bagaimana caranya universitas dapat membuka program studi diluar kampus utama, kami siap untuk lahannya,” pungkas Bupati.
Menanggapi usulan Bupati, Prof. Yuwana yang asli Desa Turirejo, Kecamatan Jepon, melemparkan ide untuk mengentaskan kemiskinan.
“Pak Bupati matur bahwa salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan adalah dengan meningkatkan pendidikan. Bagaimana kedepan kita dapat bersinergi mungkin dengan beasiswa bagi masyarakat yang tidak mampu untuk kuliah,” usul Prof Yuwana.
Hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah beserta Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dindagkop dan UKM, Kepala Dinas Pendidikan, Plt. Kepala BPPKAD, serta Plt. Kepala Dinas Kesehatan. (Hans)













