Daerah

Pemkab Blora Dukung Percepatan Evakuasi Pesawat TNI AU di Nginggil

1192
×

Pemkab Blora Dukung Percepatan Evakuasi Pesawat TNI AU di Nginggil

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Proses evakuasi pesawat latih TNI AU dari Pangkalan Lanud Iswahyudi Madiun yang jatuh kecelakaan di kawasan hutan Desa Nginggil, Kecamatan Kradenan, Blora, terus berlangsung, Selasa (19/7/2022).

Bahkan, Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati ikut meninjau langsung proses evakuasi ke lokasi pesawat jatuh.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

BACA JUGA : Geger, Ada Pesawat Jatuh di Area Pertapaan Nginggil Blora

Pantauan dilapangan, mengingat titik lokasi jauh dari pemukiman penduduk, berada di tengah persil hutan. Maka rombongan harus menaiki motor trail untuk dapat sampai ke titik jatuhnya pesawat. Setidaknya jarak 5 km dari Balaidesa Nginggil.

Sesampainya di lokasi, Tri Yuli Setyowati langsung melakukan koordinasi dengan tim dari TNI Polri dan Basarnas hingga BPBD yang masih melakukan evakuasi.

Mewakili Bupati Arief Rohman, Mbak Etyk sapaan akrab Tri Yuli Setyowati menyatakan bahwa Pemkab Blora bersama masyarakat siap membantu percepatan proses evakuasi.

“Kami mewakili Bapak Bupati menyatakan turut berdukacita terjadinya musibah ini. InshaAllah kita siap membantu percepatan evakuasi. Sejak semalam BPBD dan para relawan kita gerakkan. Hari ini masyarakat juga ikut bergotong royong membantu evakuasi, karena memang mereka yang hafal kondisi medan disini,” ucap Wabup.

Ia juga menyampaikan bahwa sejak semalam sudah ada 120 personil yang diturunkan ke TKP untuk membantu evakuasi. Baik evakuasi jenazah maupun serpihan pesawat. Sedangkan hari ini ada tambahan 180 personil dari TNI Polri.

“Karena lokasinya jauh dari pemukiman, maka tadi langsung kita kontak Dinas Sosial untuk mendirikan dapur umum disini. Agar seluruh anggot dan relawan yang membantu evakuasi tercukupi kebutuhan makan minumnya,” lanjut Wabup.

Pihaknya berharap proses evakuasi bisa berjalan lancar tanpa halangan cuaca yang saat ini kerap berubah ubah.

“Tadi juga ada 2 helikopter TNI yang membantu evakuasi jenazah dan serpihan pesawat untuk diangkut ke Pangkalan TNI AU Iswahyudi Madiun. Kita berharap agar evakuasi bisa segera dituntaskan. Apa-apa yang dibutuhkan, langsung dikomunikasikan saja. InshaAllah kita siap bantu. Semoga ini menjadi kejadian yang terakhir,” tambahnya.

Sementara itu, Agung Tri, salah satu petugas evakuasi dari BPBD Kabupaten Blora menerangkannya bahwa dirinya dan tim mulai meluncur ke TKP pada Senin malam dan langsung melakukan pencarian hingga dini hari.

“Pesawat dan jenazah awak pesawat sudah tidak berbentuk. Hanya kita temukan dalam bentuk serpihan. Ada 15 kantong jenazah yang digunakan untuk mengumpulkan serpihan jenazah satu orang awak pesawat. Tadi langsung dibawa helikopter ke Madiun. Karena keluarga korban sudah menunggu disana,” ungkapnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak TNI AU juga belum merilis resmi apa penyebab jatuhnya pesawat tersebut. Karena masih dalam proses penyelidikan inavis.

Untuk diketahui, Pesawat TNI AU jenis T-50i Golden Eagle yang diawaki satu penerbang bernama Lettu Pnb Allan Syafitra Indera Wahyudi, S.T. (Han) berusia 26 Tahun ini dilaporkan mengalami kecelakaan saat latihan Night Tactical Intercept, Senin malam. Hilang kontak sekitar pukul 19:25 WIB.

Petugas gabungan dari pangkalan TNI AU Iswahyudi Madiun, Polri, Kodim Blora, BPBD Blora, Basarnas dan para relawan lainnya semalam langsung bergerak melakukan evakuasi di TKP hingga dini hari. Dan hari ini proses evakuasi kembali dilanjutkan. (Riyan)

Tinggalkan Balasan