Erwandi juga menyoroti tantangan era digital yang menyebabkan anak-anak semakin jauh dari akar budaya.
“Digitalisasi yang masif membuat anak-anak kurang mengenal budaya lokal. Melalui kegiatan ini, kita ingin mengenalkan kembali budaya Melayu kepada generasi muda Pangkalpinang,” tutupnya. (Toto)












