Daerah

Pemkot Pangkalpinang Mantapkan Komitmen Pembangunan Sosial Budaya Berkelanjutan

189
×

Pemkot Pangkalpinang Mantapkan Komitmen Pembangunan Sosial Budaya Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya dan penguatan peran adat dalam kehidupan masyarakat. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dari misi pembangunan sosial budaya yang tangguh dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Juhaini, dalam acara Rembuk Adat Pemuktahiran Kesatu PPKD Kota Pangkalpinang yang digelar di ruang pertemuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Kamis (23/10/2025).

“Kebudayaan adalah akar dari jati diri suatu bangsa. Begitu pula bagi masyarakat Kota Pangkalpinang, budaya dan adat istiadat adalah cerminan kearifan lokal yang menjadi perekat kehidupan sosial kita di tengah arus globalisasi yang serba cepat,” ujar Juhaini mewakili Wali Kota.

Menurutnya, pelestarian nilai-nilai adat dan tradisi menjadi hal penting agar masyarakat tidak kehilangan identitas dan karakter sebagai bagian dari masyarakat Melayu Bangka yang beradab, beretika, dan berbudaya.

“Rembuk Adat Pemuktahiran Kesatu ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan adat dan memastikan keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Juhaini menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk melakukan pembaruan, penataan, dan pemantapan peran PPKD (Pusat Pengembangan Kebudayaan Daerah) sebagai wadah koordinasi dan pengembangan kebudayaan daerah.

“Saya berharap melalui rembuk ini akan lahir gagasan baru dan kesepahaman bersama dalam mengelola potensi budaya daerah, baik di bidang seni, tradisi, bahasa, maupun kearifan lokal lainnya,” tambahnya.

Pemkot Pangkalpinang, lanjutnya, akan terus memperkuat sinergi dengan PPKD agar menjadi mitra strategis pemerintah dalam merancang dan melaksanakan kebijakan pelestarian budaya yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur masyarakat.

“Hal ini akan menjadi bagian dari misi pembangunan daerah yang sedang dirumuskan dan ditetapkan paling lama enam bulan ke depan, yaitu mewujudkan pembangunan sosial budaya yang tangguh dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam penutupnya, Juhaini juga menekankan bahwa penguatan budaya harus berjalan seiring dengan penataan ruang berwawasan lingkungan serta peningkatan kepedulian kolektif terhadap pelestarian lingkungan hidup.

“Masyarakat yang rukun dan berbudaya sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni Terwujudnya Pangkalpinang sebagai Kota SMART — Seimbang, Mapan, Amanah, Rukun, dan Tangguh. Kebudayaan adalah jiwa dari pembangunan itu sendiri. Tanpa budaya, kemajuan tidak akan memiliki makna,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari pemerintah, lembaga adat, akademisi, pelaku seni, hingga generasi muda untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan warisan budaya lokal.

“Mari kita jadikan adat dan budaya sebagai sumber inspirasi dalam membangun Kota Pangkalpinang yang harmonis, berkarakter, dan sejahtera,” tutupnya. (Toto)

Tinggalkan Balasan