Sosial

Pemuda Blok Asem Santuni Anak Yatim di Mekarmukti, Kades Ajak Fokus Pendidikan

86
×

Pemuda Blok Asem Santuni Anak Yatim di Mekarmukti, Kades Ajak Fokus Pendidikan

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BEKASI – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan Pemuda Kampung Blok Asem RT 001/RW 003 dengan menggelar kegiatan santunan anak yatim dalam rangka Safari Ramadan bertajuk “Sapa Ramadan”. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Masjid Al-Ikhlas, Kampung Blok Asem, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (13/03/2026).

Puluhan anak yatim hadir dalam kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan tersebut. Acara diawali dengan pemberian santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial masyarakat terhadap sesama, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.

Suasana kemudian semakin hangat dan interaktif ketika para pemuda membacakan sholawat nabi bersama anak-anak yang hadir. Selain menambah nuansa religius, kegiatan ini juga menjadi momen untuk memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar tetap semangat menjalani pendidikan.

Kepala Desa Mekarmukti, Dede Sulaeman, S.Kom, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan penting kepada anak-anak agar tidak terlena dengan kesenangan sesaat di masa muda dan terus bersemangat menuntut ilmu.

“Kalau sekarang mungkin belum terasa. Asyik main handphone, nonton TV, jalan-jalan memang enak. Tapi ingat, penyesalan itu datangnya di masa tua,” ujar Dede di hadapan para peserta kegiatan.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan bekal utama untuk menghadapi masa depan. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dapat dihadapi seseorang adalah ketidaktahuan.

“Musuh terbesar di masa depan adalah ketidaktahuan. Kondisi paling menyedihkan adalah ketika seseorang tidak memiliki wawasan atau keahlian untuk bertahan hidup dan berkontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Pemuda Kampung Blok Asem juga mengajak anak-anak yatim agar tidak berkecil hati dengan kondisi yang mereka alami. Ia mendorong mereka untuk tetap semangat menempuh pendidikan, baik melalui sekolah formal maupun pendidikan di pondok pesantren.

“Kesengsaraan paling berat dan paling lama adalah ketika kita tidak tahu apa-apa. Jadi kalian harus sekolah, harus mondok. Pak Kepala Desa saja sekolah, masa kalian tidak mau?” ujarnya memotivasi.

Kegiatan Safari Ramadan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial serta memberikan semangat bagi anak-anak yatim agar tetap optimistis meraih masa depan yang lebih baik. (Nito)

Tinggalkan Balasan