Tangerang Raya

Peralihan Air Bersih Karawaci Dimulai, Camat Awasi Ketat Pelayanan PDAM

133
×

Peralihan Air Bersih Karawaci Dimulai, Camat Awasi Ketat Pelayanan PDAM

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG – Sebanyak 13 ribu sambungan air bersih di Kecamatan Karawaci resmi beralih pengelolaan dari PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) ke PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang.

Peralihan ini langsung menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Karawaci yang menegaskan pengawasan ketat terhadap kualitas pelayanan agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.

Camat Karawaci Dr. Achmad Zuldin Syafii, A.P., SSTP., M.Si menegaskan bahwa masa transisi pengelolaan harus diikuti dengan kejelasan sistem layanan dan kecepatan respon di lapangan, terutama saat terjadi gangguan distribusi air.

“Yang dibutuhkan warga itu kepastian layanan. Jalur informasi harus jelas, dan ketika ada gangguan, responnya harus cepat dan terukur,” kata Zuldin menanggapi sosialisasi PDAM Tirta Benteng di Aula Kecamatan Karawaci kamis (8/1/2026).

Ia menekankan tiga hal yang menjadi perhatian pemerintah kecamatan, yakni akses informasi yang mudah, penjaringan keluhan warga secara aktif, serta respon cepat terhadap laporan gangguan.

Menurutnya, koordinasi hingga tingkat kelurahan, RT, dan RW akan diperkuat agar keluhan warga tidak terhambat di lapangan.

Camat menegaskan, keberhasilan peralihan pengelolaan tersebut akan diukur dari kondisi nyata di lapangan.

“Terutama stabilitas distribusi air bersih dan kecepatan penanganan keluhan masyarakat,” kata Camat.

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Benteng H. Dody Effendi melalui Manajer Hubungan Pelanggan Budi Ireng Santoso, S.Pd, menyampaikan bahwa peningkatan pelayanan tidak hanya difokuskan pada perbaikan teknis jaringan, tetapi juga pada sistem pelayanan pelanggan.

Budi menjelaskan, PDAM Tirta Benteng mengoptimalkan aplikasi Si Ganteng sebagai kanal utama layanan terpadu bagi pelanggan di Karawaci.

“Melalui aplikasi Si Ganteng, pelanggan bisa mengakses informasi tagihan, pengaduan layanan, pembayaran, hingga cek meter mandiri dalam satu sistem. Ini kami dorong agar pengaduan bisa ditangani lebih cepat,” ujar Budi.

Menurutnya, keterlibatan lurah, RT, dan RW dalam sosialisasi bertujuan memperpendek jalur komunikasi antara warga dan PDAM, sehingga setiap gangguan distribusi dapat segera terdeteksi dan ditindaklanjuti. (Red)

Tinggalkan Balasan