“Merayakan keunikan budaya lokal seperti ini adalah langkah penting dalam melestarikan warisan nenek moyang dan keberagaman budaya,” ujarnya.
Sebelum kirab dimulai, Keris Kyai Bismo diserahkan oleh Ketua DPRD Blora kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Blora, Dasiran.
Acara ini dihadiri oleh Sekda Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, serta para pejabat dan tamu undangan lainnya, termasuk camat, lurah, dan kepala desa se-Kabupaten Blora.
Rangkaian acara dimulai dengan tumpengan yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati pada pukul 18.30 WIB, diikuti dengan pentas kesenian pada pukul 21.00 WIB. Kirab pusaka dimulai sekitar pukul 23.15 WIB, dengan rute yang mencakup sejumlah jalan penting di Blora, termasuk Jl. RA. Kartini dan Jl. Dr. Soetomo, sebelum kembali ke Pendopo.
Peserta kirab terdiri dari berbagai elemen, termasuk unit mobil Satlantas Polres Blora, pembawa obor, penabur bunga, dan komunitas Tosan Aji. Setelah kirab, Keris Kyai Bismo, yang dipasangi untaian bunga melati, kembali disimpan dengan penuh kehormatan.
Warga Blora juga turut menyaksikan dan mendokumentasikan acara ini di sepanjang rute kirab. Andri, salah satu penggemar tradisi asal Desa Gedongsari, mengungkapkan kebahagiaannya,













