Mas Arief juga menggaris bawahi agar pelaksanaan kegiatan di tahun 2022 lalu bisa dijadikan pembelajaran, agar di tahun 2023 nantinya penyerapan anggaran bisa lebih maksimal.
“Ini perlu menjadi sebuah catatan, jadi mungkin ada permasalahan di perencanaan atau yang lainnya. Saya menginginkan penyerapan anggaran belanja di 2023 bisa lebih maksimal,” tuturnya.
“Saya berharap, pola pikir dan manajemen yang holistik, terintegrasi dari hulu hingga hilir, dari perencanaan hingga pertanggungjawaban, harus dilaksanakan dengan baik. Karena kita punya target untuk WTP ini menjadi salah satu tugas kita, diharapkan di 2023 InsyaAllah akan lebih baik lagi. Saya dan bu Wakil tidak bisa sendiri, tentunya kerja sama tim yang sudah kita lakukan mohon untuk bisa kita teruskan di 2023 mendatang,” tutupnya.
Perlu diketahui, menurut data BPPKAD Blora, di tahun 2022 dari anggaran belanja Rp 2,575 Triliun lebih, terserap sebesar Rp 2,380 Triliun lebih atau sekitar 92,41%. Sehingga ada sekitar Rp 195 miliar yang belum terserap.
(Riyan)












