DaerahNasionalPemerintahanPendidikanPolitikSosial

PKM Unsrat Sosialisasi Penguatan Kapasitas Penambang Rakyat Dalam Pemanfaatan SDM

2410
×

PKM Unsrat Sosialisasi Penguatan Kapasitas Penambang Rakyat Dalam Pemanfaatan SDM

Sebarkan artikel ini

NASIONAL XPOS.CO.ID BOLMONG DUMOGA – Kawasan dataran Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow yang berada di pinggiran Taman nasional Bogani nani Wartabone (TNBNW), memiliki dinamika penambangan emas rakyat yang berlangsung di beberapa lokasi kawasan tersebut. Banyak yang melakukan parktik penambangan emas yang tidak ramah lingkungan dan mengancam kesehatan para penambang itu sendiri.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Lebih jauh dalam penelitian Antropologb Steven Sumolang (2018), mengenai Pemetaan Konflik Dumoga, mengutarakan daerah Dumoga yang potensial seperti sumber daya mineral dalam hal ini penambangan emas, menjadi rebutan kelompok-kelompok masyarakat, dan menjadi salah satu sumber konflik social seperti aksi-aksi perkelahian antar kampung. Kawasan Taman nasional Bogani nani Wartabone (TNBNW) mengalami ancaman keterpurukan akibat aktivoitas masyarakat yang tidak terkendali, padahal masyarakatnya memiliki sisi-sisi nlai kearifan dalam memanfaatkan alam secara lestari namun perkembangannya terdapat kelemahan paling mendasar adalah rendahnya kesadaran, kemauan dan peran.
Atasnya Universitas Sam Ratulangi dalam hal ini LPPM Unsrat melakukan Program Kemitraan Masyarakat (PKM), bermitra dengan kelompok Penambang di dataran Dumoga, dengan tema “Penguatan Kapasitas Penambang Emas Rakyat dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam Secara Berkelanjutan”. Penguatan kapasitas masyarakat melalui diskusi terfokus, penggalian kearifan lokal, pemetaan permasalahan kawasan tambang, pembuatan kesepakatan dan rekomendasi Pemanfaatan Sumber Daya Alam Secara Berkelanjutan di wilayah Dumoga, Sabtu (17/9/2022).

Target yang diharapkan adalah Peningkatan Kapasitas Penambang Emas Rakyat dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam Secara Berkelanjutan. Peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya pengunaan bahan kimia bertacun dalam pengolahan tambang terhadap Kesehatan manusia dan lingkungan. Perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam secara ramah lingkungan.

Metode pelaksanaan, awalnya melakukan Survei awal, Melakukan pendekatan dan Kerjasama, Menyusun rencana FGD. Lalu Pengabdian pada masyarakat yang akan dilakukan ini, melalui Diskusi Terfokus (FGD) untuk Menggali kearifan lokal warga setempat, Memetakan persoalan dalam hal Penguatan Kapasitas Penambang Emas Rakyat dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam Secara Berkelanjutan, Menyusun rekomendasi, tindak lanjut dan rencana aksi yang akan dilakukan untuk Penguatan Kapasitas Penambang Emas Rakyat dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam Secara Berkelanjutan. Selanjutnya dilakukan Monitoring dan Evaluasi dan Penyusunan Laporan dna Publikasi

Kegiatan telah dilakukan khususnya Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksnaakan pada masyarakat atau penambang emas rakyat yang berada di dataran Dumoga, di desa Ponompiaan kabupaten Bolaang Mongondow. Penyelenggara menghadirkan Narasumber yang dari bidang Kimia, Marlin Morong, yang menerangkan bahaya-bahaya pengolahan penambangan emas oleh bahan-bahan kimia berbahaya seperti Sianida dan Mercury. Bahwa para penambang terkadang tidak menggunakan masker ketika mengolah emas, penambang membuang limbah dengan sembarang, dan sebagainya.

Turut serta dalam kegiatan ini Sangadi Desa Ponompiaan, Jouke Moniung, juga tokoh masyarakat, dan kelompok penambang emas rakyat. Kesemuanya antusias mengikuti diskusi dan melakukan tindak lanjut dari rekomendasi hasil FGD.

Menurut Neni Kumayas yang adalah Dosen FISPOL Unsrat sebagai pelaksana program ini mengatakan bawah FGD atau diskusi terfokus telah dilaksanakan pada bulan Juni 2022, kemudian dilanjutkan dengan serangkaian tindaklanjut dari hasil FGD untuk direalisasikan bersama masyarakat, lalu pada akhirnya dilakukan monitoring evaluasi yang dilakukan pada bulan Oktober 2022.
“Kami berharap pengolahan penambangan emas rakyat di dataran Dumoga dapat dilakukan secara ramah lingkungan,, para penambang perlu mengetahui bahaya-bahaya yang bisa ditimbulkan dan bagaimana cara-cara penanggulanganya. Perlu juga memakai teknologi-teknologi terbaru yang lebih ramah lingkungan” jelas Kumayas, selaku juga warga Dumoga. ( TEV )

 

Tinggalkan Balasan