Hukrim

Polres Bandara Soetta Ungkap Penipuan Rekrutmen Pilot Rp1,3 Miliar

260
×

Polres Bandara Soetta Ungkap Penipuan Rekrutmen Pilot Rp1,3 Miliar

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG – Satuan Reserse Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta berhasil mengungkap kasus penipuan berkedok lowongan kerja calon pilot dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp1,3 miliar. Pelaku berinisial RTI ditangkap setelah menipu sejumlah korban melalui modus perekrutan kerja palsu.

Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta, Kompol Yandri Mono, mengatakan hingga saat ini sudah tiga korban yang melapor, dengan nilai kerugian masing-masing mulai dari Rp35 juta, Rp550 juta, hingga Rp800 juta.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

“Kemungkinan jumlah korban masih bertambah. Kami terus mendalami dan mengembangkan penyidikan,” ujar Yandri, Senin (20/11/2025).

Kanit 3 Satreskrim Polres Bandara Soetta, Iptu Astono, menjelaskan kasus ini bermula pada 15 September 2024, saat korban ENA mencari informasi lowongan kerja sebagai pilot. Korban kemudian dikenalkan kepada RTI melalui aplikasi WhatsApp.

Dalam beberapa pertemuan di Elliot Cafe, Soewarna, RTI meyakinkan korban bahwa dirinya pasti lulus menjadi pilot dengan syarat membayar biaya Rp550 juta.

Korban yang terbuai janji tersebut melakukan pembayaran secara bertahap melalui 8 kali transfer ke rekening BRI atas nama RTI sejak 17 September hingga 20 Oktober 2024.

RTI juga menjanjikan uang akan dikembalikan bila proses perekrutan gagal, namun hingga batas waktu yang dijanjikan, tidak ada kejelasan. Korban akhirnya menyadari telah tertipu dan membuat laporan resmi.

Setelah laporan ENA, korban lain berinisial JN juga melapor dengan kerugian ratusan juta rupiah.

Astono menyebutkan bahwa motif pelaku adalah faktor ekonomi. RTI kini dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara.

Kapolres Bandara Soetta, Kombes Ronald Sipayung, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap lowongan kerja yang menawarkan kelulusan instan, terutama pada profesi yang memiliki standar seleksi ketat seperti pilot. (Adit Edi S)

Tinggalkan Balasan