Adapun beberapa tuntutan dari peserta aksi damai diantaranya :
1). Kembalikan Air Batang Buluah Kepada Masyarakat Korong Asam Pulau, karna air tersebut untuk mengairi sawah warga.
2). Subsidi Listrik untuk masyarakat Nagari Anduriang dan Listrik gratis untuk Pasilitas Umum.
3). Pengamanan untuk Lahan Masyarakat Korong Asam Pulau.
4). Pekerjaan yang bersifat Non Struktural harus dikerjakan oleh masvarakat sekitar Lingkungan Ring 1.
5). Penerimaan Karyawan harus Mengutamakan Masyarakat Setempat.
Sekira pukul 09.50 Wib perwakilan dari pihak PLTA Singkarak Asam Pulau menemui peserta aksi di depan pagar akses masuk PLTA Asam Pulau untuk menerima aspirasi dari masyarakat Asam Pulau, diantaranya :
1. Manager Bagian Operasi UPDK Bukittinggi Darmansyah
2. Manajer Bagian Keuangan dan Umum UPDK Bukittinggi Rino.
Adapun jawaban dari pihak PLN terkait menanggapi tuntutan masyarakat tersebut :
1. Untuk Batang air intek buluh untuk sementara ditutup dan terkait irigasi sudah direncanakan pada tahun 2023 akan dibangun oleh Pemda Kab. Padang Pariaman.
2. Pemberian subsidi listrik bukan kebijakan PLTA Singkarak akan tetapi kebijakan pemerintah sesuai dengan peraturan yang ada.
3. Kami akan menganggarkan terkait pengamanan Lahan Masyarakat untuk membangun pandai / baronjong pinggir sungai.
4. Pekerjaan yang ada di seputaran PLTA Singkarak harus sesuai prosedur dan ketentuan pengambilan kerja di BUMN atau lelang pengerjaan.








