“Jurnalis memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan verifikasi fakta, menjelaskan konteks kebijakan publik, serta menangkal hoaks yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Pers harus menjadi filter kebenaran, bukan sekadar penyampai informasi,” tegasnya.
Tak hanya sarasehan, rangkaian peringatan HPN 2026 PWI Blora juga akan diisi dengan kegiatan wartawan menanam dan bakti sosial (baksos) yang dijadwalkan pada 12 Februari 2026 di kawasan Wisata Banyu Bening (WBB), Desa Tinapan, Kecamatan Todanan.
Dalam kegiatan tersebut, para wartawan bersama mitra akan menanam berbagai jenis tanaman buah dan tanaman keras, seperti alpukat, matoa, pule, serta sejumlah tanaman lainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Riyan menambahkan, kegiatan ini menjadi wujud komitmen insan pers tidak hanya dalam menjaga kualitas informasi, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di daerah.
“HPN bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menegaskan peran pers dalam kehidupan sosial, demokrasi, dan keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. (Riyan)













