Daerah

Ritual Sakral ‘Lampung Blangikhan’ Sambut Ramadan dengan Khidmat

116
×

Ritual Sakral ‘Lampung Blangikhan’ Sambut Ramadan dengan Khidmat

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BANDAR LAMPUNG — Gemericik air dan aroma semerbak bunga tujuh rupa menyatu dalam ritual sakral “Lampung Blangikhan” yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Lampung, menggugah rasa khidmat jelang bulan suci Ramadan. Acara ini berlangsung di kolam renang Pahoman Enggal pada Jumat (28/02/2025), dihadiri oleh puluhan muli mekhanai dan mahasiswa mancanegara.

Blangikhan bukan sekadar mandi biasa; tradisi ini melambangkan pembersihan jiwa dan raga sebagai persiapan menyambut Ramadan dengan hati yang lapang. Dalam ritual ini, air langir dari tujuh mata air, yang melambangkan persatuan, berpadu dengan bunga tujuh rupa, simbol kesucian dan kerukunan. Selain itu, daun pandan, jeruk nipis, dan setangkai padi melengkapi ritual, menciptakan harmoni antara alam dan spiritualitas.

Ritual dimulai dengan doa khusyuk dan pemecahan kendi, diikuti dengan penyiraman air langir kepada para peserta. Empat mahasiswa dari Yaman, Jepang, dan Kamboja juga turut merasakan kesegaran air langir, menunjukkan bahwa tradisi Lampung mampu melintasi batas budaya.

“Blangikhan bukan sekadar acara, tetapi warisan luhur yang mengajarkan kebersamaan dan gotong royong,” ujar Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Ir. Fredy, saat membacakan sambutan Gubernur.

Ini adalah upaya nyata untuk melestarikan budaya Lampung di era modern.

Ketua Umum MPAL, Rycko Menoza SZP, berharap Blangikhan dapat menjadi daya tarik wisata yang mempromosikan kekayaan budaya Lampung ke kancah nasional dan internasional.

“Semoga Lampung semakin maju dan dikenal, mendatangkan lebih banyak wisatawan,” tuturnya.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Blangikhan hadir sebagai pengingat akan pentingnya menjaga tradisi. Ir. Fredy mengajak masyarakat Lampung untuk terus melestarikan warisan budaya ini agar tetap hidup dan dinikmati oleh generasi mendatang.

“Selamat menyambut Ramadan 1446 H. Mari kita jadikan bulan suci ini momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kepedulian sosial,” pesan Gubernur, menutup acara dengan harapan akan Ramadan yang penuh berkah.

(Pen)

Tinggalkan Balasan