Tangerang Raya

Sampah Kuasai Trotoar Jalan Tangerang–Serpong, Kinerja DLH Tangsel Dipertanyakan

123
×

Sampah Kuasai Trotoar Jalan Tangerang–Serpong, Kinerja DLH Tangsel Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID | KOTA TANGERANG SELATAN – Penumpukan sampah di sepanjang trotoar Jalan Tangerang–Serpong, Tepatnya di Kampung Periyang Jalan Raya Tangerang-Serpong, Kelurahan pondok jagung, Serpong Utara, memunculkan sorotan tajam dari masyarakat. Kondisi tersebut dinilai mencederai wajah kota dan memicu dugaan lemahnya pengawasan serta penanganan kebersihan oleh instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Pantauan wartawan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah rumah tangga dan limbah campuran berserakan di trotoar sisi jalan hingga median pembatas. Sampah terlihat dibiarkan menumpuk selama berhari-hari, menimbulkan bau tidak sedap yang menyengat dan mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa kondisi tersebut bukan terjadi dalam satu atau dua hari terakhir.

“Sampah ini sudah lama tidak diangkut. Setiap hari makin menumpuk dan baunya menyengat. Seolah tidak ada yang mengurus,” ujarnya kepada wartawan, Senin (12/1/2026)

Menurut warga, keberadaan sampah di ruang publik seperti trotoar sangat meresahkan, terlebih lokasi tersebut merupakan jalur utama penghubung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

Keluhan serupa juga disampaikan pengguna jalan yang rutin melintasi kawasan tersebut.

“Ini jalur ramai. Kalau dibiarkan seperti ini, bukan hanya kumuh tapi juga bisa jadi sumber penyakit. Trotoar jadi tidak berfungsi dan membahayakan,” ungkap seorang pengendara.

Kondisi tersebut dinilai berbanding terbalik dengan citra yang selama ini dikenal sebagai kota modern dan bersih. Warga menilai penumpukan sampah di jalan protokol mencerminkan lemahnya pengawasan lapangan dan rendahnya respons cepat dari instansi teknis.

Secara normatif, pengelolaan sampah dan kebersihan ruang publik merupakan tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Selatan. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum terlihat adanya upaya pembersihan signifikan di lokasi yang dikeluhkan warga.

Warga berharap pemerintah daerah tidak menunggu persoalan ini viral terlebih dahulu.

“Kami hanya ingin lingkungan kembali bersih seperti dulu. Tolong segera dibersihkan dan diawasi secara rutin,” harap warga.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, masyarakat khawatir akan berdampak pada kesehatan, keselamatan pejalan kaki, serta menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan kota. (Surya)

Tinggalkan Balasan