“Ini jalur ramai. Kalau dibiarkan seperti ini, bukan hanya kumuh tapi juga bisa jadi sumber penyakit. Trotoar jadi tidak berfungsi dan membahayakan,” ungkap seorang pengendara.
Kondisi tersebut dinilai berbanding terbalik dengan citra yang selama ini dikenal sebagai kota modern dan bersih. Warga menilai penumpukan sampah di jalan protokol mencerminkan lemahnya pengawasan lapangan dan rendahnya respons cepat dari instansi teknis.

Secara normatif, pengelolaan sampah dan kebersihan ruang publik merupakan tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Selatan. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum terlihat adanya upaya pembersihan signifikan di lokasi yang dikeluhkan warga.













