“Salah satu prioritas kami adalah membangun Batalion di daerah-daerah strategis. Untuk Kodam baru, Bangka Belitung memiliki potensi, namun untuk saat ini masih dalam rencana jangka panjang. Sementara ini, kami optimalkan pembagian wilayah Kodam yang sudah ada,” tambah Kasad.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa TNI AD tengah mengkaji pembentukan Kodam baru di wilayah dengan akses sulit, seperti Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Di Kalimantan Selatan, misalnya, akses harus melalui Jakarta. Maka itu, akan dibentuk Kodam baru yang juga mencakup Kalimantan Tengah. Begitu juga dengan wilayah seperti Sulawesi Tenggara dan Merauke,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kasad juga turut menghadiri kegiatan panen ikan dan penaburan benih sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Ia menyampaikan bahwa TNI mendukung penuh inisiatif dapur sehat dan pemanfaatan sumber daya lokal.
“Kita dorong agar setiap daerah mampu memenuhi kebutuhan pangan dari wilayahnya sendiri, seperti telur, daging ayam, dan sayur. Dengan begitu, ketergantungan terhadap pasokan dari luar provinsi dapat dikurangi,” jelas Maruli.
Kasad menilai, kerja sama antara TNI dan pemerintah daerah di Bangka Belitung sudah berjalan harmonis.
“Saya melihat kekompakan yang sangat baik antara Gubernur, Kapolda, Danrem, serta kepala daerah dan DPRD. Ini menjadi langkah awal yang luar biasa dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” tuturnya.










