Nasional

SMSI Banten Matangkan Peresmian Tugu Media Siber di Cilegon pada HPN 2026

47
×

SMSI Banten Matangkan Peresmian Tugu Media Siber di Cilegon pada HPN 2026

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, CILEGON – Menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten mematangkan koordinasi peresmian Tugu Media Siber Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Februari 2026 di Kota Cilegon.

Pemantapan tersebut dilakukan melalui audiensi antara SMSI Banten dan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Cilegon (Diskominfo SP), Senin (19/1/2026), sebagai bentuk sinergi untuk menyukseskan agenda nasional insan pers siber.

Audiensi dipimpin langsung oleh Ketua SMSI Provinsi Banten Lesman Bangun, didampingi Sekretaris Jenderal SMSI Banten Nasrudin. Turut hadir jajaran SMSI Kota Cilegon, di antaranya Ketua Wawan Kurniadi, Sekretaris Ronald Siagihan, serta pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, Lesman Bangun menegaskan komitmen SMSI Banten dalam menyukseskan HPN 2026 di Banten, termasuk peresmian Tugu Media Siber Indonesia yang memiliki nilai historis tinggi.

Menurutnya, Kota Cilegon merupakan titik penting dalam sejarah pers siber nasional karena menjadi tempat lahirnya SMSI pada 7 Maret 2017. Sebagai kota industri dan kota juara, Cilegon dinilai pantas menjadi simbol kebangkitan media siber di Indonesia.

“Cilegon adalah rahim lahirnya SMSI. Peresmian tugu ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda sejarah dan penguat eksistensi media siber nasional,” tegas Lesman.

Sementara itu, Kepala Diskominfo SP Kota Cilegon Agus Zulkarnaen menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Atas nama Pemerintah Kota Cilegon, pihaknya siap memberikan dukungan serta pendampingan demi kelancaran rangkaian kegiatan HPN 2026.

Peresmian Tugu Media Siber Indonesia diharapkan menjadi simbol kolaborasi strategis antara insan pers dan pemerintah daerah, sekaligus menegaskan peran penting media siber dalam mendorong demokrasi, transparansi, dan keterbukaan informasi publik di Indonesia. (Red)

Tinggalkan Balasan