Nasional

SMSI Gelar Dialog Nasional Akhir Tahun 2025, Dorong Media Baru Menuju Pers Sehat

213
×

SMSI Gelar Dialog Nasional Akhir Tahun 2025, Dorong Media Baru Menuju Pers Sehat

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat kembali menegaskan perannya dalam memperkuat ekosistem pers nasional dengan menggelar Dialog Nasional Refleksi Akhir Tahun 2025 bertema “Media Baru Menuju Pers Sehat”. Kegiatan strategis ini berlangsung di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

Dialog nasional tersebut dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat dan dihadiri oleh hampir seluruh anggota Dewan Pers, pejabat negara, akademisi, praktisi media, hingga tokoh-tokoh pers nasional. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus perumusan arah pers digital Indonesia di tengah tantangan era informasi yang kian kompleks.

Sejumlah pimpinan Dewan Pers tampak hadir, di antaranya Totok Suryanto, Muhammad Jazuli, Rosarita Niken Widiastuti, dan Dahlan Dahi, menegaskan pentingnya sinergi antara regulator dan insan pers dalam menjaga kualitas jurnalistik nasional.

Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus dalam sambutannya menekankan bahwa kompetisi media harus dibangun secara sehat dan beradab. Ia menyoroti peran strategis informasi dalam membentuk peradaban modern.

“Semua orang memiliki waktu yang sama, 24 jam. Yang membedakan adalah bagaimana kita merespons keadaan dan bergerak dari sekadar hidup menuju solusi,” tegas Firdaus.

Firdaus juga menyebutkan tiga kekuatan utama yang menggerakkan dunia saat ini, yakni informasi, uang, dan energi. Menurutnya, pers nasional harus berorientasi pada kualitas, sekaligus menjadi sarana demokratisasi ilmu pengetahuan melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Dewan Pembina SMSI Pusat Mayjen (Purn) Joko Warsito, S.Ip, sebelum memasuki agenda inti dialog nasional.

Dalam sambutan pembukaannya, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat menekankan bahwa perubahan besar selalu berawal dari kekuatan gagasan dan etika. Ia mengingatkan insan pers agar tidak hanya mengikuti arus, tetapi mampu mengendalikan dan menyelesaikan persoalan dengan pijakan nilai-nilai dasar.

“Semua gerakan besar dimulai dari the power of ideas. Ketika ide ditulis, didiskusikan, dan dijadikan informasi yang bertanggung jawab, di situlah peradaban dibangun,” ujarnya.

Komaruddin juga mengajak media untuk tetap berpegang pada nilai kebenaran, kebaikan, keindahan, kedamaian, dan kemerdekaan, sebagai fondasi utama pers yang sehat dan berintegritas.

Sesi diskusi bertema “Media Baru Menuju Pers Sehat” dipandu oleh Prof. Dr. Taufiqurachman, A.Ks., Sos., M.Si, menghadirkan narasumber lintas sektor, antara lain Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, Nuzula Anggerain, Hersubeno Arief, Wahyu Dhyatmika, Ilona Juwita, Aiman Witjaksono, serta Dr. Ariawan.

Diskusi menyoroti tantangan pers digital, adaptasi teknologi, penegakan etika jurnalistik, hingga upaya menjaga kredibilitas media sebagai pilar keempat demokrasi di era media baru. (Red)

Tinggalkan Balasan