Ketidaktegasan pemkot Tangerang untuk menolak rencana relokasi Makam Syekh Buyut jenggot, disebut Marcel penguasa dicundangi pengusaha.
“Perizinan ada pemkot, seharusnya bisa melakukan suatu alat bargaining ke pengusaha agar bagaimana caranya agar makam ki buyut Jenggot tidak direlokasi,” ungkap dia.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat berita lainnya.
Ia menilai, kurang mampunya pemkot Tangerang dalam mengakomodir apa yang menjadi aspirasi masyarakat dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas dan kondusifitas.
“Ini kami lakukan agar kejadian seperti di Tj Priuk tidak terjadi dikota Tangerang, karna para alim ulama pasang badan agar makam ki Buyut Jenggot tidak direlokasi,” jelas dia.
Ia mengaku, agar hal itu tidak terjadi pihaknya dan beberapa perwakilan masyarakat akan kembali melukan aksi unjuk rasa dengan mendirikan tenda yang rencananya akan didirikan di pintu masuk Pemkot Tangerang.
“Sebelum ada keputusan yang jelas kita pastikan tidak akan menginap, kita mendirikan tenda nanti di pemkot,” jelas dia.













