“Dulu waktu kampanye, saya dengar sendiri. Andra Soni cerita pernah jadi kuli bangunan, anak miskin, makan cuma pakai garam. Saya percaya dia bakal ngerti nasib kami,” ucapnya.
“Tapi sekarang? Kok malah kami, rakyat miskin ini, justru dikirim ke sekolah kayak gini?” katanya lirih.
Ia mengaku kecewa berat. Bahkan tak ragu menyatakan penyesalannya. “Kalau tahu begini, saya nggak akan pilih dia. Saya nyesel pilih Andra Soni,” ungkap Sarah.
Sarah juga mengkritik gaya kepemimpinan Andra Soni yang menurutnya lebih mementingkan citra daripada kerja nyata.
“Ngaku pernah miskin, tapi sekarang malah lupa. Sibuk tampil di media, tapi nggak ngelihat anak-anak kami belajar di bangunan yang gak layak,” tegasnya.
Ia pun mempertanyakan ke mana arah keberpihakan Gubernur selama ini.
“Kalau memang niat bantu rakyat, kenapa sekolahnya gak dicek yang disini nih di Ciledug Deket banget ma rumah dia? Kenapa yang ini disembunyiin? Ini bukan solusi, ini tipu-tipu,” katanya.
Kemarahan Sarah tak hanya tertuju pada eksekutif. Ia juga menyayangkan sikap DPRD yang dinilainya hanya menjadi perpanjangan tangan pemerintah.
“Dewan yang mestinya jadi wakil rakyat, malah mesra sama eksekutif. Gak ada yang bela kami. Cuma ikut main narasi. Diam semua.”












