“Bahwa meningkatnya penjualan eceran di Bali pada Januari 2024 didorong oleh kenaikan pada sebagian besar kelompok barang terutama sub kelompok sandang sebesar 8,0% (mtm), kelompok barang lainnya sebesar 4,8% (mtm), dan kelompok suku cadang dan aksesoris sebesar 3,8% (mtm). Namun demikian, terdapat satu kelompok barang yang mengalami kontraksi yaitu kelompok barang peralatan informasi dan komunikasi sebesar 2,4% (mtm),” jelasnya.
Lebih lanjut, Erwin menyampaikan bahwa pertumbuhan IPR Bali pada periode laporan lebih baik dibandingkan dengan IPR Nasional yang diprakirakan terkontraksi sebesar 1,0% (mtm) yakni dari 218,1 pada Desember 2023 menjadi 216,0 pada Januari 2024.(tik)







