NASIONALXPOS.CO.ID, KOTA TANGERANG, – Wacana penunjukan Direktur Utama PD Pasar Kota Tangerang memicu berbagai respons dari masyarakat.
Dua kandidat yang saat ini menguat yakni Pane dan Zein disebut-sebut memiliki kedekatan emosional, sosial, dan historis dengan Kota Tangerang.
Keduanya tumbuh bersama dinamika kota, memahami denyut dan konflik pembangunan, serta dinilai memiliki sensitivitas terhadap problem di lapangan.
Marsudin Subagja, wartawan senior yang lama mengamati isu pasar dan kebijakan daerah, mengingatkan agar Wali Kota Tangerang, Sachrudin, bersikap objektif dalam menentukan siapa yang akan dipilih.
Menurutnya, jabatan Dirut PD Pasar adalah posisi yang menyentuh langsung kehidupan ekonomi rakyat, sehingga tidak bisa diisi berdasarkan pertimbangan sempit.
“Persoalan pasar tidak bisa disembuhkan hanya dengan gelar akademik. Kita butuh orang yang paham betul bagaimana realitas di lapangan, yang tahu lika-liku pasar dari dalam, bukan dari laporan di meja kerja,” ujar Marsudin.
Ia menyebut, kedua kandidat layak menjadi pertimbangan karena memiliki rekam jejak yang relevan dengan kebutuhan pasar. Namun, yang lebih penting adalah sejauh mana calon Dirut mampu membenahi struktur PD Pasar, menjawab keresahan pedagang, dan menjadikan pasar kembali hidup.
“Jika hanya menjadi perpanjangan tangan kekuasaan, maka pasar akan terus jadi ladang masalah. Kita butuh pemimpin yang berpihak, yang tidak takut membuat gebrakan demi keberlangsungan ekonomi rakyat,” tegasnya.
Senada dengan Marsudin, Gufron, Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Anyar, juga berharap Wali Kota memilih sosok yang punya kepedulian nyata terhadap kondisi pasar tradisional, terutama Pasar Anyar yang saat ini sedang terpuruk.
Ia menyoroti makin menjamurnya pedagang liar yang berjualan di luar area pasar, yang justru menarik perhatian pengunjung dan membuat kios resmi di dalam pasar sepi.
“Setiap hari kami lihat pengunjung berkerumun di luar. Kami yang bayar retribusi, justru ditinggal. Ini makin lama membuat pasar sekarat. Tapi tidak ada tindakan tegas,” ujar Gufron.
Ia menyayangkan sikap Pemerintah Kota yang terkesan melepas tanggung jawab. Pasar yang dulunya jadi kebanggaan kini seperti dibiarkan berjalan tanpa arah. Menurut Gufron, kondisi ini tak akan berubah tanpa sosok pimpinan yang punya nyali.
“Kami butuh pemimpin pasar yang hadir langsung, dengar keluhan kami, dan berani mengambil keputusan. Jangan cuma datang waktu seremonial. Kalau diam terus, kami habis satu-satu,” ungkapnya.(cenks)













