Kepada wartawan, salah seorang pelayan wanita berinisial DW (25), Ia mengaku dari setiap botol minuman yang berhasil dijualnya dirinya mendapatkan bagian dua puluh ribu rupiah.

“Tugas kita hanya temenin tamu, ya cuma ngobrol ngobrol gitu aja, syukur-syukur tamunya baek dikasih uang tips, tapi kan tau sendiri, kebanyakan tamunya mabok terus ya agak nakal-nakal gitu dah tangannya,” jelas DW.
Kapolsek Pakuhaji AKP I Gusti Moh. Sugiarto. SH saat dikonfirmasi awak media terkait hal tersebut mengatakan, sama sekali tidak mengetahui informasi adanya rumah kontrakan yang dijadikan tempat penjualan miras dan mempekerjakan wanita-wanita berpakaian sexy seperti disebutkan.












