Dikatakan, seharusnya selama 5 tahun anggaran, kebutuhan anggaran pembangunan jalan rusak di Blora mencapai sekitar Rp 3 Triliun. Hanya karena dirinya hanya 3,5 tahun menjabat, hingga tahun ketiga ini dirinya baru bisa merealisasi sekitar Rp 1,2 Triliun.
Untuk membangun jalan selama 3 tahun dengan anggaran sejumlah Rp 1,2 triliun itu, lanjutnya, Pemkab tidak hanya mengandalkan anggaran dari APBD saja. Melainkan juga skema penganggaran lainnya, diantaranya pinjam perbankan, bantuan provinsi, hibah daerah, hingga inpres jalan dari Kementerian PUPR.
Ditambahkan, saat ini Pemkab Blora sedang menyusun rancangan APBD 2025, sebagai dasar keberlanjutan pembangunan tahun depan.
“InsyaAllah tahun depan bisa pinjam bank lagi senilai Rp 200 Miliar. Sehingga bisa untuk tambahan pembangunan infrastruktur, untuk melanjutkan pembangunan jalan kabupaten di wilayah dalam yang belum tersentuh,” jelas tambah Bupati Arief.
Tahun 2021
Dari data yang ada di DPUPR Blora, sejak dilantik 26 Februari 2021), di tahun 2021 Arief Rohman berhasil membangun hampir sekitar 40 Km dengan anggaran hampir Rp 90 Miliar.













