oleh

Tim WSBK RSUD NTB Dilatih Menangani Pembalap yang Mengalami Cidera oleh Chief Medical Officer FIM WSBK Mandalika, dr. Steven

-Daerah-217 views

NASIONALXPOS.CO.ID, MATARAM – Tim Medis World Superbike (WSBK) RSUD NTB dilatih menangani pembalap yang mengalami kecelakaan di Pertamina Mandalika International Street Circuit. Mereka dilatih melakukan simulasi penanganan pembalap yang mengalami kecelakaan oleh Chief Medical Officer FIM WSBK Mandalika, dr. Steven.

Tim Medis WSBK RSUD NTB, dr. Eko Widya, Sp.EM., yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 24 Oktober 2021 mengatakan pelatihan dari Federasi Olahraga Sepeda Motor Internasional atau Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) berakhir Sabtu, 23 Oktober 2021. Secara keseluruhan, CMO FIM WSBK Mandalika, dr. Steven salut terhadap Tim Medis WSBK RSUD NTB. Namun, masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki ke depannya.

“Memang ada beberapa kekurangan. Karena untuk betul-betul kompak, mengetahui medan, tak cukup dengan pelatihan sehari, dua hari. Itu butuh pelatihan yang berulang,” kata dr. Eko.

Ia mengatakan dr. Steven cukup salut terhadap semangat Tim Medis WSBK RSUD NTB. Karena, meskipun cuaca cukup panas, masih tetap semangat mengikuti pelatihan di lapangan dari pagi sampai siang.

Sebanyak 120 tim medis WSBK RSUD NTB mendapatkan pelatihan dari FIM. dr. Eko mengatakan dari sisi skill, Tim Medis WSBK RSUD NTB sudah punya. Karena 120 tim medis tersebut merupakan SDM terbaik.

“Tetapi di lapangan banyak variasi, banyak trik-trik kita dapatkan. Tujuannya memperlancar komunikasi dan koordinasi. Kapan tim medis bisa masuk, kapan menunggu, menarik rider, mengerahkan ambulans. Bagaimana menjaga keselamatan kita. Trik-trik itu yang dipelajari kemarin,” jelasnya.

Hal yang menjadi bahan evaluasi, kata dr. Eko, kecepatan tim. Karena menggerakkan 120 orang membutuhkan waktu, sehingga perlu ada sistem. Saat pelatihan kemarin, kata dr. Eko, tidak semua anggota Tim Medis WSBK RSUD NTB kumpul 100 persen.

Perhelatan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC), 12 – 14 November mendatang bisa menjadi pembelajaran awal Tim Medis WSBK RSUD NTB sebelum perhelatan WSBK dan MotoGP. “Kita bersykur eventnya bertingkat. Jika ada kekurangan bisa dijadikan pembelajaran,” tandasnya. (Idrus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed