Nasional

Tingginya Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, FSGI Sampaikan Ini Pada Hardiknas 2024

620
×

Tingginya Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, FSGI Sampaikan Ini Pada Hardiknas 2024

Sebarkan artikel ini
Foto: Ilustrasi/Ist

NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) soroti, masih tingginya kasus kekerasan di satuan pendidikan, baik dalam kewenangan Kemendikbudristek maupun Kemenag, yang menuai keprihatinan tersendiri. Tragisnya, beberapa kasus kekerasan sampai merenggut nyawa peserta didik.

Hal itu disampaikan FSGI dalam keterangan tertulis pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati tanggal 2 Mei setiap tahunnya.

Tak lupa, FSGI mengucapkan selamat Hardiknas Tahun 2024 dengan mengusung tema “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar“.

“FSGI menyampaikan keprihatinan, masih tingginya kasus-kasus kekerasan di satuan pendidikan yang bahkan sampai merengut nyawa peserta didik, baik di satuan pendidikan di bawah kewenangan Kemendikbudristek maupun Kementerian Agama. Bahkan, untuk satuan pendidikan di bawah Kemenag sampai menimbulkan korban jiwa, misalnya beberapa kasus yang tahun 2024b ini masih dalam proses hukum,” ujar Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti. Kamis, (2/5/2024).

Retno memaparkan, kasus-kasus di Ponpes yang sampai jatuh korban jiwa misalnya, AH (13) santri dalah satu Ponpes di Jambi mengalami patah tulang tengkorak dan pendarahan otak. Kemudian SM (14) santri salah satu Ponpes di Banyuwangi, Jawa Timur juga meninggal dunia karena dianiaya sejumlah kawannya. Selanjutnya, AM (17), santri salah satu Ponpes di Kediri, Jawa Timur, mengalami penganiayaan dari sejumlah temannya hingga meninggal dunia.

“Ironisnya, pihak Ponpes kerap tidak jujur menyampaikan pada orangtua, misalnya AH santri Ponpes di Jambi dilaporkan pihak Ponpes kepada orangtua tersengat listrik, sementara hasil otopsi menunjukkan ada kekerasan yang mengakibatkan patah tulang tengkorak kepada dan ada pendarahan otak,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan