Kemudian katanya Sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka (yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototipe) dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.
Hingga saat ini kurikulum ‘Merdeka Belajar’ telah mengeluarkan 26 episode. Episode 1 ada empat pokok kebijakan ‘Merdeka Belajar’ yakni. Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), enyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi.
Pada episode 2 yakni Kampus Merdeka. Poin Kampus Merdeka adalah, Pembukaan Program Studi Baru, Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi, dan Perguruan Tinggi Berbadan Hukum.
Episode 3, terkai dengan penyaluran dan pengunaan dana Bos. Episode ke 4 yakni program organisasi penggerak, dan Episode 5 yakni Guru Pengerak, dan Episode 6 Transformasi dana pemerintah untuk perguruan tinggi.
Episode ke 7, program sekolah bergerak, Episode ke 8 yakni Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Unggulan, Episode 9 yakni KIP Kuliah Merdeka, dan episode ke 10 adalah perluasan program beasiswa lembaga pengelola dan pendidikan (LPDP).
Episode 11: Kampus Merdeka Vokasi, Episode 12: Sekolah Aman Berbelanja bersama SIPLah, Episode 13: Merdeka Berbudaya dengan Kanal Indonesiana, Episode 14: Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual, dan Episode 15: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar.













