“Bos katanya sudah koordinasi dengan kelurahan, kecamatan, Polsek, bahkan Polres. Jadi kami merasa aman,” katanya tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Rijal juga menyebut nama-nama yang diduga terlibat dalam operasional toko. Menurutnya, urusan media biasa ditangani oleh seseorang bernama Jojo, sementara pemilik usaha disebut Bang Jack yang saat ini sedang berada di Aceh.
“Kalau soal media biasanya Bang Jojo yang tangani. Bos kami namanya Bang Jack, tapi sedang di Aceh. Biasanya kami cuma komunikasi lewat telepon malam hari,” ujarnya.
Ketika dikonfirmasi terkait dugaan ini, Kanit Reskrim Polsek Kalideres belum memberikan tanggapan, hingga berita ini diturunkan.
Praktik semacam ini memicu kekhawatiran warga akan lemahnya pengawasan terhadap peredaran obat-obatan keras tanpa resep. Mereka mendesak aparat untuk bertindak tegas dan tidak menutup mata terhadap penyalahgunaan izin usaha yang merugikan masyarakat. (Red)













