Daerah

Wagub Sani Kukuhkan Pengurus FPRB Jambi 2025–2028

41
×

Wagub Sani Kukuhkan Pengurus FPRB Jambi 2025–2028

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, JAMBI – Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I secara resmi mengukuhkan Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Jambi periode 2025–2028. Pengukuhan berlangsung di Ruang Bulian, Grand Hotel Jambi, Selasa (10/2/2026).

Dalam sambutan dan arahannya, Wagub Sani menegaskan bahwa pembentukan serta pengukuhan FPRB Provinsi Jambi merupakan langkah strategis dan sangat relevan di tengah meningkatnya potensi bencana akibat persoalan lingkungan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Ia menyinggung sejumlah bencana besar yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, seperti banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hingga banjir dan longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Januari 2026.

“Bencana-bencana tersebut menjadi pengingat dan pembelajaran bagi kita semua bahwa mitigasi dan pengurangan risiko bencana sangat penting dan harus dilakukan secara kolaboratif,” ujar Wagub Sani.

Menurutnya, Provinsi Jambi termasuk daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, baik bencana alam, non-alam, maupun bencana sosial. Kondisi geografis dan demografis ini menuntut seluruh pihak untuk tidak hanya bersikap reaktif saat bencana terjadi, tetapi juga proaktif dalam upaya pengurangan risiko bencana.

“Forum ini memiliki peran strategis sebagai wadah kolaborasi lintas sektor atau pentahelix, yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat, dalam membangun ketangguhan daerah,” jelasnya.

Wagub Sani berharap FPRB dapat menjadi motor penggerak edukasi, advokasi, perencanaan, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di Provinsi Jambi. Ia juga mendorong pengurus forum untuk mengedepankan pendekatan partisipatif dan berbasis kearifan lokal, serta melahirkan program-program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pengurangan risiko bencana adalah investasi jangka panjang. Keberhasilannya mungkin tidak langsung terlihat, namun manfaatnya sangat besar dalam melindungi kehidupan, harta benda, dan keberlanjutan pembangunan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum FPRB Provinsi Jambi, Kurniawan Gotama, menyampaikan bahwa FPRB akan menjadi wadah koordinasi dan sinergi lintas sektor guna menghasilkan program-program yang aplikatif, realistis, dan berdampak langsung, baik dalam pencegahan, mitigasi, maupun pemulihan pascabencana.

“Kami mohon bimbingan dan arahan. Mari kita bersama-sama berkolaborasi dalam upaya pencegahan bencana di Provinsi Jambi,” pungkasnya. (is)

Tinggalkan Balasan