Selain mahalnya sewa tenda, warga juga mengeluhkan adanya pembatasan aktivitas selama festival berlangsung.
“Jemur baju aja nggak boleh. Katanya biar kelihatan rapi kalau pejabat lewat. Padahal ini rumah kami sendiri,” ungkap Udin kesal.
Warga berharap ke depan Pemkot Tangerang dapat menata kembali konsep Festival Cisadane agar benar-benar memberi ruang ekonomi bagi masyarakat lokal, bukan sekadar ajang seremonial tahunan yang penuh pencitraan. (Red)












