Ragam

Warung Sederhana Mbah Sumirah, Sajikan Nasi Jagung Tradisional Bebas Gula

281
×

Warung Sederhana Mbah Sumirah, Sajikan Nasi Jagung Tradisional Bebas Gula

Sebarkan artikel ini
Mbah Sumirah dan anaknya sedang melayani pembeli

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA –  Pemandangan sederhana namun penuh makna tampak di sebuah warung kecil di Jl, Ngumbul-Todanan, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.

Seorang perempuan paruh baya, Mbah Sumirah, dengan cekatan membungkus nasi jagung menggunakan daun jati. Di sampingnya, anaknya juga sibuk menambahkan lauk pendamping ke atas bungkusan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Warung ini setiap sore menjadi magnet bagi warga sekitar. Menu utamanya adalah nasi jagung (red-brabuk) yang disajikan dengan beragam lauk tradisional, seperti urapan kacang toge, brambang asam, botok lamtoro, tumis terong, teri, ikan sin, sayur nangka muda, serta aneka gorengan. Semua tersaji hangat dengan cita rasa khas pedesaan.

Tak hanya menunya yang membangkitkan nostalgia, harga yang ditawarkan pun membuat siapa saja tersenyum. Per porsi hanya mulai Rp2.000, tergantung pilihan lauk.

“Saya ingin orang kecil bisa makan enak tanpa harus mikir mahal,” tutur Mbah Sumirah sambil tetap melayani pembeli.

Warung buka setiap pukul 16.30 WIB hingga habis. Namun, jangan harap bisa datang terlalu malam. Begitu dibuka, pembeli langsung menyerbu. Dalam waktu kurang dari satu jam, satu bakul nasi jagung sering kali sudah ludes.

Seorang pembeli, yanti (43), mengaku sengaja datang lebih awal agar kebagian. “Rasanya itu khas banget, mengingatkan saya waktu kecil di desa. Harganya murah, tapi bikin kenyang dan puas. Kalau telat datang, pasti sudah habis,” ujarnya.

Dengan kesederhanaan, cita rasa khas, dan harga yang merakyat, warung nasi jagung milik Mbah Sumirah bukan hanya tempat makan, tetapi juga simbol kehangatan tradisi kuliner desa yang terus bertahan di tengah gempuran makanan modern. (Red)

Tinggalkan Balasan