Tangerang Raya

Bupati Tangerang Apresiasi Gyokai, Dinilai Ringankan Beban Pemerintah

118
×

Bupati Tangerang Apresiasi Gyokai, Dinilai Ringankan Beban Pemerintah

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG – Bupati Tangerang Maesyal Rasyid memberikan apresiasi tinggi kepada Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Gyokai Indonesia yang dinilai telah membantu meringankan beban pemerintah daerah, khususnya dalam menekan angka pengangguran.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Tangerang saat menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di halaman Kantor Gyokai Indonesia, Perumahan Pesona Wibawa Praja, Desa Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Senin (9/2/2026).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri tokoh nasional Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari untuk mengikuti kegiatan keagamaan sekaligus silaturahmi tersebut.

Dalam sambutannya, Maesyal Rasyid mengaku bangga dapat melihat langsung model pendidikan berbasis industri yang diterapkan Gyokai Indonesia. Menurutnya, konsep pelatihan yang terintegrasi dengan dunia usaha dan industri merupakan solusi nyata untuk mengurangi pengangguran di Kabupaten Tangerang.

“Alhamdulillah kami bisa hadir di sini. Kami bangga melihat langsung program pendidikan dan pelatihan yang dijalankan Pak Teguh bersama perusahaan-perusahaan. Ini jelas membantu pemerintah,” ujar Maesyal Rasyid.

Ia menegaskan, upaya Gyokai dalam memfasilitasi anak-anak agar bisa mengenyam pendidikan sekaligus siap bekerja merupakan langkah luar biasa yang patut diapresiasi.

“Apa yang dilakukan Gyokai sangat membantu. Mereka berjuang membuka akses pendidikan dan lapangan kerja bagi generasi muda,” tegasnya.

Sementara itu, CEO LPK & SMK Gyokai Indonesia Kompeten, Teguh Imam Pambudi, mengatakan peringatan Isra Mi’raj ini sengaja dikemas secara istimewa dengan menghadirkan tokoh nasional. Kehadiran Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj disebutnya sebagai sosok guru sekaligus orang tua bagi keluarga besar Gyokai.

Teguh juga berharap adanya dukungan regulasi dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya terkait peraturan daerah tentang uang saku minimum bagi peserta magang, sebagaimana telah diterapkan di Kabupaten Bekasi.

“Ini bukan soal upah murah, tapi proses pembelajaran agar peserta magang memiliki kompetensi. Setelah itu, mereka siap direkrut menjadi karyawan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejak awal program Gyokai dirancang sebagai solusi konkret dalam menekan angka pengangguran, dan hasilnya sudah dirasakan secara signifikan. (Adit Edi S)

Tinggalkan Balasan