NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG – Kasus dugaan perselingkuhan yang sebelumnya viral melalui siaran langsung media sosial kini memasuki babak baru. Seorang suami berinisial AA mengaku tidak hanya menghadapi persoalan rumah tangga, tetapi juga dugaan intervensi keluarga pihak istri yang dinilai memperkeruh konflik hingga berdampak pada hubungan dirinya dengan sang anak.
AA mengungkapkan, dirinya mendatangi kediaman mertuanya di wilayah Garut pada Selasa malam (19/05/2026) dengan tujuan membujuk istrinya agar kembali pulang ke Tangerang dan mempertahankan rumah tangga mereka. Namun upaya tersebut disebut berakhir dengan penolakan.
“Selasa malam saya datang ke Garut, saya hubungi kakak kandung istri lalu bersama-sama ke rumah orang tuanya untuk mengajak istri saya pulang. Tetapi istri saya menolak. Bahkan ibu dari istri saya nadanya seperti mendukung apa yang dilakukan anaknya,” ungkap AA kepada wartawan.
Menurut AA, situasi semakin memanas setelah kakak ipar kedua datang yang sebelumnya ikut campur dalam persoalan rumah tangga tersebut. Ia menilai ada tekanan psikologis terhadap istrinya sehingga keputusan yang diambil bukan lagi murni kehendak pribadi.
AA juga menyoroti adanya dugaan pembiaran bahkan dukungan dari keluarga besar terhadap hubungan yang disebutnya sebagai perselingkuhan. Ia menilai kondisi tersebut memperlihatkan lemahnya kontrol moral dalam lingkungan keluarga yang seharusnya menjadi penengah, bukan justru memperuncing konflik.
“Yang saya pikirkan sekarang anak. Jangan sampai jadi korban. Tetapi istri saya malah terus memaksa berpisah. Bahkan masalah lama diungkit kembali. Dari gelagat yang saya lihat, dugaan perselingkuhan itu seperti didukung oleh orang tua dan kakak iparnya,” katanya.
Di tengah memanasnya konflik, AA mengaku mengalami pembatasan komunikasi dengan anaknya sendiri. Ia menyebut hingga kini dirinya tidak diperbolehkan menghubungi sang anak melalui telepon maupun WhatsApp.
“Yang paling saya sesalkan, saya sampai dilarang menghubungi anak saya, baik lewat WhatsApp maupun telepon biasa,” tambahnya.
Menariknya, di tengah polemik tersebut, kakak kandung dari pihak istri justru disebut mengambil sikap berbeda. Menurut AA, kakak kandung istrinya meminta agar perceraian tidak dilakukan demi mempertimbangkan masa depan anak.
Kasus ini pun memunculkan pertanyaan publik terkait dugaan keterlibatan keluarga dalam persoalan rumah tangga yang seharusnya diselesaikan secara bijak dan mengedepankan kepentingan anak. Pengamat sosial menilai, intervensi keluarga yang berlebihan dalam konflik rumah tangga kerap menjadi pemicu retaknya hubungan pasangan dan memperbesar dampak psikologis terhadap anak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga istri belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan yang disampaikan AA. Tim redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna mendapatkan keterangan berimbang. (Red)













