Daerah

Krisis Air Bersih Melanda 16 Desa di Kunduran, Buloh Terparah

1
×

Krisis Air Bersih Melanda 16 Desa di Kunduran, Buloh Terparah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260930 WA0009
Warga di wilayah Kecamatan Kunduran, Blora, menerima bantuan distribusi air bersih di tengah krisis air akibat musim kemarau berkepanjangan.

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA — Krisis air bersih melanda 16 desa di Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Dari 26 desa yang ada, Desa Buloh menjadi wilayah yang dilaporkan paling parah hingga harus menerima distribusi air bersih hampir setiap hari.

Kasi Trantib Kecamatan Kunduran, Totok Isjiyanto, mengatakan 16 desa yang terdampak meliputi Buloh, Kemiri, Kodokan, Sonokidul, Sempu, Plosorejo, Blumbangrejo, Jetak, Muraharjo, Jagong, Sambiroto, Karanggeneng, Sendangwates, Botoreco, Cungkup, serta satu wilayah lainnya yang masih masuk dalam pendataan penanganan kekeringan.

Advertisement
Banner dalan konten ‎file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

“Paling parah Desa Buloh. Setiap hari mendapat bantuan air bersih,” ujar Totok saat dikonfirmasi di Kantor Kecamatan Kunduran, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, bantuan air bersih datang dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Baznas, Kecamatan, Polsek, SPPG, KUA, Kejaksaan Tinggi, DPRD hingga instansi pendidikan.

Distribusi dilakukan secara bergiliran agar bantuan dapat menjangkau desa-desa lain yang turut mengalami kesulitan air bersih.

“Untuk proses pendistribusian kita rolling,” jelasnya.

Totok berharap hujan segera turun sehingga masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan air bersih. Sebab, distribusi air dinilai hanya menjadi solusi sementara selama sumber air warga belum kembali tersedia.

“Harapan kami semoga hujan segera turun. Kalau mengandalkan bantuan seperti ini, tidak mungkin terus berharap,” katanya.

Polsek Kunduran juga turut membantu penanganan kekeringan dengan mendistribusikan air bersih secara berkala. “Polsek setiap Jumat,” pungkas Totok.

Kondisi ini menjadi perhatian karena semakin panjang musim kemarau, kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah desa diperkirakan terus meningkat. Selain bantuan darurat, diperlukan upaya penyediaan sumber air yang lebih berkelanjutan untuk mengantisipasi kekeringan serupa.

Tinggalkan Balasan