Daerah

Bank Indonesia Launcing Akademi Ngopi Ngapak dan Salurkan Bantuan Drone Pertanian

2992
×

Bank Indonesia Launcing Akademi Ngopi Ngapak dan Salurkan Bantuan Drone Pertanian

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, PURWOKERTO- JAWA TENGAH- Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dengan tema besar “Dedikasiuntuk Negeri” fokus untuk memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan perekonomian, serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan kapasitas ekonomi dan UMKM, mendorong kepedulian sosial, dan mengembangkan SDM Unggul.

Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto, Rony Hartawan menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata Bank Indonesia untuk mengembangkan UMKM, mengingat sumbangan UMKM terhadap aktivitas perekonomian mencapai hampir 60 persen terhadap perekonomian Indonesia yang tercermin dari PDB.

Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto, Deputi Gubernur BI, dan Bupati Banyumas meninjau galeri UMKM di kompleks Hetero Space, di sela launcing Akademi Ngopi Ngapak, Sabtu (18/2/2023).

“Oleh karena itu, pelaku-pelaku usaha mikro dan kecil khususnya di wilayah eks Karesidenan Banyumas diharapkan dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dan senantiasa bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi secara nasional,” ujarnya dalam rilis resmi, Sabtu (18/2/2023).

Ia melanjutkan, rangkaian kegiatan diawali dengan peresmian “Akademi NGOPI NGAPAK” oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Rony Hartawan, dan
Bupati Banyumas, Achmad Husein serta dilanjutkan dengan penyerahan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) Smart Farming kepada ASPIKMAS (Asosiasi Pengusaha dan IKM Banyumas).

Akademi NGOPI NGAPAK (Ngobrol Pintar Ngasih Dampak) merupakan salah satu program inovasi
Bank Indonesia Purwokerto untuk mengembangkan UMKM yang ada di wilayah eks Karesidenan
Banyumas melalui berbagai kegiatan seperti edukasi, pendampingan, dan fasilitasi dengan fokus utama
pada empat jenis usaha yaitu UMKM makanan & minuman, UMKM kerajinan & pakaian, UMKM
berpotensi ekspor, dan UMKM agro.

“Program ini disusun dan dikembangkan secara “tailor made” sesuai kebutuhan masing-masing
jenis usaha UMKM dan didukung narasumber yang kompeten dari berbagai kalangan akademisi, praktisi
bisnis, dan Pemerintah Daerah,” kata Rony.

Sementara, Deputi Gubernur BI Juda Agung dalam sambutannya menyebutkan, Akademi NGOPI
NGAPAK dapat menjadi penggerak pertumbuhan UMKM di Banyumas mulai dari UMKM potensial ke UMKM sukses, lalu ke UMKM digital, hingga mampu menjadi UMKM ekspor.

Baca Juga : Keren, Sensasi Wisata Kapal di Sungai Serayu Berasa Seperti di Bangkok

“Bank Indonesia juga senantiasa mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan digitalisasi dan
melakukan inovasi dalam bisnis prosesnya. Dalam konteks farming atau pertanian berbasis teknologi
tinggi, salah satu bentuk implementasinya adalah melalui digitalisasi proses kerja pada sektor pertanian,” ujar Juda.

Pada kesempatan itu Bank Indonesia juga menyerahkan bantuan PSBI Smart Farming kepada Ketua
ASPIKMAS, Pujianto berupa drone pertanian yang nantinya digunakan untuk proses pemetaan lahan
pertanian menggunakan sensor multispectral. (koko)

Tinggalkan Balasan