Ketua FMMB, Wahyu Mulyana, alias Bodong, menambahkan, hingga saat ini, masih banyak praktik jual beli referensi dan percaloan di wilayah kami. Aksi kami hari ini adalah bukti penolakan terhadap praktik tersebut. Kami meminta agar perusahaan di wilayah kami lebih terbuka untuk berkomunikasi mengenai pengangguran.

Aksi ini berlangsung damai, dan setelah beberapa waktu, perwakilan FMMB berhasil melakukan mediasi dengan manajemen PT Mattel Indonesia II. Harapannya, pihak perusahaan dapat memberikan respons positif terhadap aspirasi masyarakat Desa Mekarmukti.
Dengan aksi ini, FMMB berharap dapat mendorong perusahaan untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitar mereka dan menjalin komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat. (Nito)













