NASIONALXPOS.CO.ID, KOTA TANGERANG – Ada yang tidak beres. Seluruh anggota DPRD Kota Tangerang belakangan tampil serempak sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi pemerintahan di 104 kelurahan.
Fenomena yang belum pernah terjadi ini memantik amarah publik. Kelompok Poros Tangerang Solid (PORTAS) menyebutnya sebagai pembajakan terang-terangan oleh lembaga legislatif terhadap ranah kerja eksekutif.
“Ini anggota dewan Kota Tangerang kenapa mengambil alih kegiatan tersebut, ada apa ini?,” sembur Hilman Santosa, Ketua PORTAS, kepada wartawan, Senin (23/6).
Dalam negara demokrasi yang sehat, kata Hilman, fungsi legislatif adalah sebagai pengawas dan penyeimbang kekuasaan eksekutif.
Tapi yang terjadi di Kota Tangerang justru sebaliknya: para wakil rakyat malah menjelma jadi juru bicara program pemerintah keliling kelurahan, memegang mikrofon, tampil di panggung-panggung formal, sementara publik hanya bisa menonton.
“Sosialisasi kegiatan pemerintah itu cukup RT, RW, dan dinas terkait yang melakukan penyuluhan. Dan ketika dalam kegiatan tersebut anggota dewan jadi narasumber, itu apakah dari permintaan pihak kecamatan atau seperti apa dasar hukumnya,” lanjut Hilman.
Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah menyimpang, penuh konflik kepentingan, dan terindikasi sarat motif transaksional. Dengan nada tajam, Hilman mempertanyakan: apakah ini bagian dari skema “bagi-bagi jatah panggung”, atau lebih parah bagi-bagi honor?













